Namun, berkat kerja sama solid antara guru, kepala sekolah, dan masyarakat, kendala tersebut berhasil teratasi.
”Tantangan terbesar memang koordinasi teknis dan waktu yang terbatas. Tapi alhamdulillah, dukungan semua pihak membuat acara ini tetap meriah dan tertib,” tambahnya.
8 Mata Lomba dan Ratusan Peserta
Antusiasme peserta tahun ini tergolong luar biasa. Sebanyak 350 siswa dari 44 Sekolah Dasar ambil bagian dengan semangat tinggi.
Mereka bersaing dalam delapan cabang lomba yang menguji ketangkasan dan pengetahuan agama, antara lain:
- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)
- Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ)
- Pidato Islam
- Cerdas Cermat PAI
- Adzan
- Kaligrafi Islami
- Praktik Salat
- Qasidah Rebana
- Penilaian Transparan dan Profesional
Demi menjaga kualitas kompetisi, panitia menerjunkan dewan juri kompeten yang menilai peserta secara objektif.
Ada lima aspek utama yang menjadi parameter penilaian, yakni ketepatan materi, kefasihan, penguasaan teknik, penampilan, serta etika peserta.
”Semua penilaian kami lakukan secara transparan dan profesional agar hasilnya benar-benar adil bagi para peserta,” tegas Solihun.
Ke depan, KKG PAI Padaherang akan melakukan evaluasi total untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan di tahun mendatang.
Menariknya, para pemenang terbaik dari ajang ini tidak akan berhenti di sini. Mereka akan mendapatkan pembinaan khusus untuk mewakili Padaherang di tingkat lomba yang lebih tinggi.
”Harapan kami, Pentas PAI ini benar-benar membentuk siswa yang mencintai ajaran Islam dan mampu bersaing secara positif di masa depan,” pungkasnya.














