Harapan itu disampaikan bersamaan dengan dimulainya periode kepemimpinan baru Universitas Galuh.
Rektor Tita Rohita dan jajaran pejabat struktural periode 2026-2030 kini menghadapi agenda baru untuk membawa kampus tersebut berkembang.
Karena itu, Agun melihat pembangunan fasilitas dan penguatan kepemimpinan sebagai dua hal yang perlu berjalan beriringan.
Di satu sisi, kampus membutuhkan kepemimpinan yang mampu menggerakkan organisasi.
Di sisi lain, sivitas akademika membutuhkan ruang yang mendukung kegiatan belajar, berdiskusi, dan mengembangkan berbagai aktivitas.
Yayasan Klaim Solid
Agun juga mengatakan Dewan Pembina dan jajaran yayasan telah berada dalam kondisi solid untuk mendukung kepemimpinan Universitas Galuh.
Ia menyebut Dewan Pembina yang terdiri atas Yagus, Hendri, Irma, Dadang, dan Otong bersama seluruh jajaran yayasan telah bersatu.
Menurut Agun, kekompakan tersebut menjadi modal untuk membangun kolaborasi dalam menjalankan agenda Universitas Galuh ke depan.
“Kami yakin ini adalah kolaborasi yang harus kita wujudkan menuju Universitas Galuh yang terbaik,” ujarnya.
Dengan demikian, peresmian Aula Buana Walagri tidak hanya menjadi penanda bertambahnya fasilitas kampus.
Momentum itu juga bertepatan dengan pergantian dan konsolidasi kepemimpinan Universitas Galuh.
Agun berharap semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan Universitas Galuh menuju institusi yang lebih kuat, sehat, bermanfaat, dan memiliki jangkauan wawasan yang semakin luas.














