Filosofi itu, lanjutnya, menjadi simbol semangat Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk terus berinovasi meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Selain mengusung identitas baru, pemerintah daerah juga mulai memasarkan hotel tersebut secara lebih terbuka.
Herdiat mengatakan Hotel Singacala memiliki 22 kamar dengan tarif yang terjangkau, tetapi kualitas pelayanannya ditargetkan setara hotel berbintang tiga.
Ia pun meminta seluruh organisasi perangkat daerah ikut mempromosikan hotel tersebut, terutama ketika menerima tamu dari luar daerah.
“Saya berharap apabila ada tamu yang datang ke Kabupaten Ciamis, bisa diarahkan menginap di Hotel Singacala. Dengan begitu aset daerah ini benar-benar memberikan manfaat dan menghasilkan pendapatan bagi daerah,” ujarnya.
Di sela sambutannya, Herdiat juga menyampaikan pesan yang mengundang tawa peserta.
Ia menegaskan Hotel Singacala bukan hotel yang disalahgunakan untuk praktik negatif.
“Ini bukan hotel jam-jaman. Ini hotel yang bersih. Insyaallah di Hotel Singacala tidak ada perselingkuhan,” katanya disambut gelak tawa hadirin.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap pengelolaan Hotel Singacala dapat menjadi salah satu sumber pendapatan baru sekaligus mendukung upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah tantangan anggaran yang masih dihadapi.














