“Kami berkomitmen mendorong desa wisata yang masih rintisan agar naik menjadi berkembang. Sementara yang sudah berkembang akan kami dorong menjadi desa wisata maju,” katanya.
Heryan berharap peningkatan kualitas desa wisata dapat berlangsung secara bertahap hingga mampu mencapai kategori mandiri.
Untuk mewujudkan target tersebut, ia meminta dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa dan masyarakat.
Menurut dia, karakter desa wisata di Kabupaten Ciamis didominasi potensi wisata alam yang dipadukan dengan kekayaan budaya lokal.
Potensi tersebut dinilai menjadi modal besar untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Selain mengevaluasi program pengembangan destinasi, Dinas Pariwisata juga memaparkan capaian pendapatan asli daerah (PAD) yang menjadi tanggung jawab perangkat daerah tersebut.
Heryan menyebut realisasi PAD hingga akhir Semester I Tahun 2026 telah mencapai 64 persen dari target yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, realisasi PAD pada semester pertama sudah mencapai 64 persen. Mudah-mudahan pada semester kedua target 100 persen bisa tercapai sesuai arahan pimpinan,” ujarnya.
Ia menambahkan seluruh jajaran Dinas Pariwisata akan mengoptimalkan berbagai program selama semester kedua agar target kinerja maupun target pendapatan daerah dapat terealisasi hingga akhir tahun.














