banner 720x220

Dari Ruang Ngobras ke Ladang Harapan

Melalui dialog tanpa sekat dan pendampingan pertanian berbasis tumpangsari, Polres Ciamis berupaya merawat ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat dari akar rumput.

Program Ngobras (Ngobrol Asik Ngobrol Santai), sebuah forum dialog yang digagas Polres Ciamis. (Dok, foto. Kondusif.com)
Program Ngobras (Ngobrol Asik Ngobrol Santai), sebuah forum dialog yang digagas Polres Ciamis. (Dok, foto. Kondusif.com)

Selain itu, masa panen yang berbeda-beda memungkinkan petani memperoleh hasil secara bertahap sepanjang musim tanam.

Harapannya sederhana, tetapi sangat penting: menjaga keberlangsungan ekonomi petani sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.

“Jika uji coba di lahan dua hektare ini berhasil, kami segera menyosialisasikan metode ini secara masif kepada masyarakat luas,” lanjutnya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap swasembada pangan tidak selalu harus hadir dalam bentuk kebijakan besar.

Kadang, perubahan justru dimulai dari sebidang tanah dan kemauan untuk mendampingi masyarakat secara langsung.

Polisi yang Tak Hanya Datang Saat Ada Masalah

Bagi warga, kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian memberikan kesan tersendiri.

Selama ini, sebagian masyarakat mungkin mengenal polisi sebagai penegak hukum atau penjaga keamanan.

Namun melalui program seperti Ngobras dan pendampingan pertanian, wajah lain kepolisian mulai terlihat.

Mereka hadir bukan hanya ketika terjadi gangguan kamtibmas, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan pendampingan dan motivasi untuk berkembang.

Hal itu pula yang dirasakan Camat Banjarsari, Mujiono.

Menurutnya, mayoritas masyarakat di wilayahnya masih menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Karena itu, informasi yang disampaikan Kapolres mengenai sistem tumpangsari menjadi sesuatu yang sangat berharga.

“Pak Kapolres memberikan penjelasan yang sangat maksimal, terutama terkait sektor pertanian. Ini sangat bermanfaat karena basis utama masyarakat kita adalah pertanian. Saya tadi juga belajar banyak tentang tumpangsari bawang merah dan jahe gajah,” ujarnya.

Apresiasi serupa datang dari Kepala Desa Ciherang, Anjar Andriana.

Menurutnya, kehadiran Kapolres beserta jajaran menjadi bukti bahwa negara hadir hingga ke tingkat desa.

“Kami atas nama warga masyarakat Desa Ciherang mengucapkan banyak terima kasih. Kehadiran Pak Kapolres merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Program yang disampaikan mulai dari ketahanan pangan, kamtibmas, hingga bakti sosial sangat menyentuh kebutuhan warga,” katanya.

Menanam Harapan, Merawat Kepercayaan

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, kepercayaan menjadi modal sosial yang tidak ternilai.

Kepercayaan itu tidak lahir dari spanduk atau slogan. Ia tumbuh melalui pertemuan, dialog, dan kesediaan untuk mendengar.

Program Ngobras menjadi salah satu ruang tempat kepercayaan itu dirawat.

Sementara pilot project pertanian di Sindangkasih menjadi bukti bahwa kepedulian dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.

Di Ciamis, ikhtiar tersebut kini sedang ditanam. Bukan hanya dalam bentuk benih bawang merah, jahe gajah, cabai, atau jagung yang tumbuh di atas lahan pertanian.

Lebih dari itu, yang sedang ditumbuhkan adalah keyakinan bahwa keamanan dan kesejahteraan dapat berjalan beriringan.

Bahwa menjaga kamtibmas tidak selalu dimulai dari kantor polisi, melainkan bisa berawal dari ruang obrolan sederhana, dari secangkir kopi yang diminum bersama warga, hingga dari langkah kaki baju cokelat yang rela turun ke sawah untuk menanam harapan bersama masyarakat.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *