Secara khusus, Bupati Herdiat mengajak para santri di Kabupaten Ciamis untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga tradisi luhur pesantren, serta terbuka terhadap kemajuan zaman. Nilai kejujuran, kedisiplinan, kemandirian, dan akhlak mulia harus tetap menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Pesantren Berperan dalam Pembangunan Daerah

Lebih lanjut, Bupati Herdiat menegaskan pentingnya keberadaan pondok pesantren dalam pembangunan daerah. Pesantren tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter, penanaman kemandirian, penguatan persaudaraan, dan penumbuhan kepedulian sosial.
Pemerintah Kabupaten Ciamis mengapresiasi kontribusi para ulama, kiai, ustaz, pengasuh pesantren, dan seluruh keluarga besar pesantren dalam membina generasi muda serta menjaga kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh kebersamaan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, ulama, pesantren, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Ciamis yang semakin maju dan sejahtera, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai agama serta kearifan lokal.
Dalam amanatnya, para santri juga didorong menjadi pelopor persatuan, menjaga kerukunan, mengembangkan kreativitas, memberdayakan ekonomi masyarakat, serta turut menjaga lingkungan.
Persatuan dan semangat gotong royong, menurut pesan tersebut, merupakan modal penting dalam menghadapi perbedaan dan membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Menyiapkan Generasi Menuju Indonesia Emas 2045
Menutup amanatnya, Bupati Herdiat mengingatkan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang cerdas, terampil, berintegritas, dan memiliki akhlak yang baik.
Santri diharapkan mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita tersebut melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, penguatan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat.
Semangat Hari Santri, dengan demikian, tidak hanya menjadi refleksi atas perjuangan masa lalu, tetapi juga menjadi dorongan untuk menjawab tantangan masa depan.
Dengan berpegang teguh pada nilai keimanan, ilmu pengetahuan, dan akhlak mulia, santri diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam membangun bangsa yang maju, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur agama dan kebangsaan.
Hari Santri 2026 menjadi pengingat bahwa perjuangan belum berakhir. Kini, santri memiliki tanggung jawab untuk menguatkan negeri melalui ilmu, karakter, persatuan, dan karya nyata demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Reporter: Hasna Ismie Lutfiyah














