banner 720x220
News  

Dari Rancah ke Tanah Suci, Viko Ceritakan Ciamis di 17 Negara

Viko Nur Faisal saat menceritakan pengalaman ekspedisinya berjalan kaki menuju Tanah Suci dengan melintasi 17 negara di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (19/8/2026). Perjalanan tersebut berlangsung selama sekitar 17 bulan setelah Viko mempersiapkannya selama empat tahun. (Dok, foto. Kondusif.com)
Viko Nur Faisal saat menceritakan pengalaman ekspedisinya berjalan kaki menuju Tanah Suci dengan melintasi 17 negara di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (19/8/2026). Perjalanan tersebut berlangsung selama sekitar 17 bulan setelah Viko mempersiapkannya selama empat tahun. (Dok, foto. Kondusif.com)

CIAMIS,Kondusif.com,- Viko Nur Faisal tidak hanya membawa ransel dalam perjalanan panjangnya menuju Tanah Suci. Ia juga membawa nama Ciamis dan bendera Merah Putih melewati 17 negara.

Selama sekitar 17 bulan, warga Dusun Karanganyar, Desa Rancah, Kabupaten Ciamis, itu menempuh perjalanan lintas negara.

Ia berjalan kaki sejauh rute yang memungkinkan, sembari memperkenalkan daerah asalnya kepada orang-orang yang ditemuinya.

Viko mengatakan kesempatan bertemu masyarakat di berbagai negara menjadi bagian paling berkesan dari ekspedisinya.

Ia melihat perjalanan tersebut sebagai ruang untuk mengenalkan Ciamis di luar negeri.

“Saya bisa memperkenalkan apa itu Ciamis, ada apa di Ciamis,” kata Viko saat ditemui di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (19/8/2026).

Menurut Viko, dukungan terhadap perjalanannya tidak hanya datang dari masyarakat Ciamis.

Ia juga mendapat perhatian dari warga di negara-negara yang dilewatinya.

Bahkan, siaran langsung perjalanan terakhirnya disebut ditonton sekitar 14 ribu orang. Sebagian penonton berasal dari 17 negara yang masuk dalam rute ekspedisinya.

Membawa Merah Putih

Viko juga sengaja membawa bendera Indonesia selama perjalanan. Ia mengibarkan Merah Putih ketika memasuki sejumlah negara.

Namun, ia tidak ingin menjadikan perjalanan tersebut sebagai ajang membandingkan satu negara dengan negara lain.

Viko memilih menonjolkan sisi persaudaraan.

Menurut dia, setiap negara memiliki kelebihan dan kekurangan.

Karena itu, ia lebih memilih mengambil pengalaman positif dari setiap tempat yang disinggahinya.

“Setiap negara punya plus-minus. Saya lebih mengambil sisi positifnya,” ujar Viko.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *