banner 720x220

Viko Nur Faisal Pulang ke Ciamis Usai Jalan Kaki ke Tanah Suci, Lewati 17 Negara

Viko Nur Faisal saat menceritakan pengalaman ekspedisinya berjalan kaki menuju Tanah Suci dengan melintasi 17 negara di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (19/8/2026). Perjalanan tersebut berlangsung selama sekitar 17 bulan setelah Viko mempersiapkannya selama empat tahun. (Dok, foto. Kondusif.com)
Viko Nur Faisal saat menceritakan pengalaman ekspedisinya berjalan kaki menuju Tanah Suci dengan melintasi 17 negara di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (19/8/2026). Perjalanan tersebut berlangsung selama sekitar 17 bulan setelah Viko mempersiapkannya selama empat tahun. (Dok, foto. Kondusif.com)

CIAMIS,Kondusif.com,- Viko Nur Faisal, akhirnya kembali ke Rancah, Kabupaten Ciamis, setelah menuntaskan perjalanan panjang menuju Tanah Suci dengan berjalan kaki.

Kepulangannya pada Minggu malam, 16 Agustus 2026, berlangsung dalam suasana haru. Warga memenuhi halaman Kantor Desa Rancah.

Isak tangis bercampur lantunan selawat menyambut kedatangan pria yang membawa ransel besar itu.

Viko bukan atlet ekspedisi profesional. Ia warga Dusun Karanganyar, Desa Rancah.

Namun, selama sekitar 17 bulan, ia menempuh perjalanan lintas negara dengan satu tujuan: mencapai Tanah Suci.

Ia memulai ekspedisi tersebut pada 29 Mei 2025.

Sebelum berangkat, Viko mengaku mempersiapkan perjalanan itu selama empat tahun.

“Selama empat tahun saya mempersiapkan semuanya. Mulai dari birokrasi, menabung, sampai riset jalur,” kata Viko saat ditemui di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut dia, perjalanan tersebut bukan ekspedisi biasa. Ia harus memperhitungkan jalur, biaya, aturan setiap negara, hingga kondisi perjalanan yang berubah-ubah.

Karena itu, Viko tidak menganggap perjalanan tersebut sekadar perjalanan fisik.

Ia justru melihat setiap kesulitan sebagai bagian dari pengalaman.

“Bagi saya semuanya positif. Banyak hal yang membuat saya lebih bersyukur,” ujarnya.

Angka 17 yang Tak Direncanakan

Ada satu kebetulan yang kemudian menarik perhatian publik. Viko melewati 17 negara dan menyelesaikan perjalanan selama 17 bulan.

Namun, ia menegaskan angka tersebut bukan bagian dari rencana awal.

“17 negara dan 17 bulan itu tidak direncanakan,” kata Viko.

Rute perjalanan membuat angka tersebut muncul dengan sendirinya.

Viko mengatakan beberapa negara memang tidak mungkin dilewati karena karakter jalur dan aturan perbatasan.

Menariknya, kepulangannya bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Indonesia.

Ia tiba di kampung halaman sehari sebelum peringatan 17 Agustus.

Bagi Viko, kebetulan itu kemudian memiliki makna tersendiri. Dalam perjalanan, ia membawa bendera Merah Putih dan mengibarkannya di negara-negara yang dilewati.

Ia ingin menunjukkan bahwa perjalanan tersebut bukan hanya tentang dirinya.

Di setiap negara, Viko berusaha memperkenalkan Indonesia, khususnya Ciamis.

“Saya membawa Merah Putih. Semoga bisa membawa semangat bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Dari Uzbekistan hingga Erdogan

Dari 17 negara yang dilewati, Uzbekistan menjadi salah satu tempat yang paling membekas bagi Vico.

Ia mengingat antusiasme masyarakat setempat ketika mengetahui perjalanan yang sedang dilakukannya.

Selain itu, perjalanan tersebut juga membuka kesempatan baginya bertemu sejumlah tokoh dan media internasional.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *