banner 720x220

Viko Nur Faisal Pulang ke Ciamis Usai Jalan Kaki ke Tanah Suci, Lewati 17 Negara

Viko Nur Faisal saat menceritakan pengalaman ekspedisinya berjalan kaki menuju Tanah Suci dengan melintasi 17 negara di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (19/8/2026). Perjalanan tersebut berlangsung selama sekitar 17 bulan setelah Viko mempersiapkannya selama empat tahun. (Dok, foto. Kondusif.com)
Viko Nur Faisal saat menceritakan pengalaman ekspedisinya berjalan kaki menuju Tanah Suci dengan melintasi 17 negara di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (19/8/2026). Perjalanan tersebut berlangsung selama sekitar 17 bulan setelah Viko mempersiapkannya selama empat tahun. (Dok, foto. Kondusif.com)

Viko mengaku pernah bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui undangan Wali Kota Şile, Istanbul.

Perjalanan itu juga membawanya berhadapan dengan sejumlah media asing.

Ia menyebut beberapa televisi dan media internasional sempat mewawancarainya.

Kesempatan tersebut ia manfaatkan untuk memperkenalkan Ciamis.

“Saya bisa memperkenalkan apa itu Ciamis dan ada apa di Ciamis,” katanya.

Menurut Viko, siaran langsung terakhir dalam perjalanannya bahkan ditonton sekitar 14 ribu orang.

Penontonnya berasal dari sejumlah negara yang ia lewati.

Ia juga berusaha menjaga pesan persaudaraan dalam setiap perjalanan.

Karena itu, Viko tidak ingin terlalu menonjolkan pengalaman buruk selama berada di negara lain.

“Setiap negara punya plus dan minus. Saya lebih mengambil sisi positifnya,” ujarnya.

Baginya, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa niat baik dapat membuka jalan pertemuan dengan banyak orang.

“Intinya, niat kita baik, berjalan dengan baik, insyaallah hasilnya baik,” kata dia.

Menulis Al-Qur’an Selama Perjalanan

Selain berjalan kaki, Viko membawa satu proyek pribadi selama ekspedisi. Ia menulis ayat-ayat Al-Qur’an dalam setiap seri perjalanan.

Proyek tersebut akhirnya selesai ketika ekspedisinya mencapai garis akhir.

Karena itu, sejumlah pihak kini menawarkan agar pengalaman tersebut dituangkan menjadi buku.

Namun, Viko belum memastikan kapan buku itu akan terbit.

“Saya kemarin fokusnya lebih banyak menulis Al-Qur’an. Setiap seri saya menulis beberapa ayat dan alhamdulillah selesai saat finish,” ujarnya.

Viko juga belum berhenti bermimpi. Ia menyebut telah mendapat sejumlah tawaran dari berbagai negara untuk perjalanan berikutnya.

Namun, ia memilih tidak terburu-buru. Ia memperkirakan ekspedisi berikutnya baru berlangsung satu atau dua tahun mendatang.

Tujuannya pun berbeda. Kali ini ia ingin mengejar perjalanan menuju Masjid Al-Aqsa.

Viko mengaku sudah mulai menyusun jalur. Ia merencanakan perjalanan dari Yordania hingga berakhir di London, Inggris.

Dengan demikian, perjalanan pulang ke Rancah bukan menjadi akhir bagi Viko.

Justru, ekspedisi 17 negara itu bisa menjadi awal dari perjalanan berikutnya.

Bagi warga Ciamis, kisah Viko setidaknya membawa satu hal penting: sebuah perjalanan panjang bisa menjadi cara untuk memperkenalkan daerah asal ke dunia yang lebih luas.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *