banner 720x220

Dari Papua ke Ciamis, Muhammad Ali Terpikat Budaya Sunda hingga Dirikan Yayasan

Muhammad Ali Fauzi pria asal Manokwari, Papua yang tertarik budaya dan sejarah Sunda. (Dok, foto. Fauza/kondusif.com)
Muhammad Ali Fauzi pria asal Manokwari, Papua yang tertarik budaya dan sejarah Sunda. (Dok, foto. Fauza/kondusif.com)

“Kumaha damang? Oh, kumaha damang?” ucapnya.

Ketertarikan itu kemudian ia bawa lebih jauh. Ali menyebut dirinya membangun sebuah yayasan bernama Yayasan Sunda Papua.

Ia juga menciptakan sejumlah lagu Sunda. Bagi Ali, ketertarikannya terhadap budaya Sunda bukan sekadar pengalaman singkat ketika berkunjung ke Jawa Barat.

Ia menjadikannya bagian dari proses belajar yang terus berjalan.

“Saya mulai belajar sejarah di tanah Pasundan itu, terus saya bangun yayasan, punya yayasan Sunda Papua,” katanya.

Berawal dari Ciamis

Hubungan Ali dengan Ciamis sendiri telah berlangsung lebih dari satu dekade. Ia pertama kali datang ke daerah tersebut pada 2014.

Sejak itu, ia rajin mengikuti beragam kegiatan sejarah dan kebudayaan di Tatar Galuh Ciamis.

Setiap kunjungan memberinya kesempatan untuk mengenal lebih dekat masyarakat dan budaya di tanah Pasundan.

Namun, ada satu hal lain yang membuat kunjungannya ke Ciamis memiliki makna tersendiri.

Ali datang dari Papua dengan membawa pesan perdamaian.

Ia berharap suasana damai yang ia rasakan di tanah Pasundan juga dapat dirasakan masyarakat di tanah Papua.

“Saya berharap supaya daerah saya di tanah Papua itu bisa damai seperti tanah Pasundan,” ujarnya.

Karena itu, bagi Ali, perjalanan dari Papua ke Ciamis tidak berhenti pada kegiatan Gong Perdamaian Dunia.

Ia sekaligus menemukan ruang untuk belajar tentang budaya, sejarah, bahasa, dan nilai-nilai yang berkembang di tanah Pasundan.

Dari ketertarikan itu pula, lahir upaya untuk memperkenalkan budaya Sunda lebih jauh melalui Yayasan Sunda Papua dan karya lagu yang ia ciptakan.

Ali pun masih terus menggunakan bahasa Sunda dalam percakapan sederhana. Setidaknya, satu ungkapan kini sudah akrab baginya: kumaha damang?

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *