Selain menjadi ruang untuk membahas tafsir Al-Qur’an, pertemuan itu sekaligus mempertemukan polisi dengan tokoh agama dan masyarakat dalam suasana yang lebih informal.
KH Muhtadin mengapresiasi kehadiran Kapolres dan jajaran.
Ia menilai komunikasi antara polisi dan masyarakat penting untuk membangun kedekatan, terlebih tokoh agama memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan kehidupan sosial masyarakat.
Bagi warga, kehadiran polisi dalam forum seperti kajian subuh juga membuka kesempatan untuk berkomunikasi secara langsung.
Polisi tidak hanya ditemui ketika warga membutuhkan pelayanan atau ketika terjadi persoalan hukum, tetapi bisa hadir dalam ruang sosial yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pendekatan semacam itu menjadi penting karena menjaga keamanan tidak selalu dimulai dari penindakan.
Persoalan di lingkungan masyarakat bisa dicegah ketika warga saling peduli, menjaga komunikasi dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan masalah.
Kajian Subuh di Masjid Al-Qodar pun menjadi salah satu ruang pertemuan antara kepolisian dan masyarakat.
Dari forum keagamaan tersebut, pesan yang dibawa sederhana: keamanan Ciamis membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya mengandalkan polisi.














