banner 720x220

Dari Balik Jeruji ke Kampus, “The Advokat” Karya WBP Ciamis Diborong Sang Pakar Hukum

Oplus_16908288

Fenomena tersebut menjadi menarik karena sebuah karya yang ditulis oleh WBP tidak berhenti sebagai aktivitas literasi di dalam Lapas. Novel The Advokat justru mendapatkan ruang untuk masuk ke lingkungan akademik dan profesi hukum.

MDP berencana membagikan novel tersebut kepada mahasiswa yang menjadi bagian dari lingkungan akademiknya serta rekan-rekan sejawat advokat. Dengan demikian, karya WBP tidak hanya menjadi dokumentasi kreativitas, tetapi juga dapat menjadi bahan bacaan dan refleksi bagi mereka yang sedang belajar maupun berkecimpung dalam dunia hukum.

Bagi MDP, langkah sederhana membeli dan membagikan buku dapat menjadi bentuk dukungan moral yang berarti bagi penulisnya.

Terlebih, Muhamad Ijudin Rahmat merupakan warga binaan yang menjalani proses hukum setelah persoalan yang berkaitan dengan pendampingan masyarakat dalam sengketa lahan.

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan seseorang tidak berhenti pada persoalan hukum yang pernah dihadapinya. Masih terdapat ruang untuk belajar, berkarya dan menunjukkan kemampuan melalui jalan yang positif.

Apresiasi untuk Pembinaan Literasi Lapas Ciamis

MDP juga menyampaikan apresiasi kepada Lapas Kelas IIB Ciamis atas upaya pembinaan warga binaan melalui literasi.

Menurutnya, keberhasilan seorang WBP menghasilkan karya hingga dapat diapresiasi oleh akademisi dan praktisi hukum merupakan sesuatu yang patut dibanggakan.

Ia bahkan menyoroti karya literasi tersebut yang telah dikembangkan dalam delapan bahasa internasional.

“Apresiasi setinggi-tingginya atas keberhasilan Lapas Kelas IIB Ciamis yang telah berhasil membina di bidang literasi, bahkan hingga dibuat dalam delapan bahasa internasional. Ini sangat membanggakan,” ucap MDP.

Literasi, dalam konteks pembinaan pemasyarakatan, bukan sekadar kegiatan membaca dan menulis. Ia dapat menjadi pintu bagi warga binaan untuk membangun kembali kepercayaan diri, mengasah kemampuan berpikir, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa setiap manusia masih memiliki potensi untuk berubah dan menghasilkan sesuatu yang bernilai.

Novel The Advokat akhirnya membawa pesan yang lebih luas dari sekadar cerita tentang dunia hukum.

Ia menjadi gambaran bahwa karya bisa lahir dari tempat yang tidak pernah dibayangkan, dan kesempatan untuk bangkit dapat terbuka ketika seseorang mau menggunakannya.

Dari balik jeruji Lapas Ciamis, sebuah novel kini bergerak menuju ruang-ruang kampus dan dunia profesi hukum. Di tangan MDP, karya tersebut diharapkan tidak hanya dibaca, tetapi juga menjadi pengingat bahwa proses pembinaan akan memiliki makna ketika seseorang diberi kesempatan untuk kembali berdiri dan berkarya.(Red)***

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *