“Tujuan kita mengumpulkan mereka bukan hanya menyerahkan santunan, tetapi juga mempererat silaturahmi. Terkadang kita baru sadar ada rekan yang sudah pensiun. Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa kembali bertemu sekaligus memberikan penghormatan atas pengabdian mereka. Masa setelah pensiun tidak ada pelepasan,” katanya.
Pensiunan Harus Terhindar Post Power Syndrome
Dalam kesempatan itu, Erwan juga menyampaikan pesan Bupati Ciamis kepada para ASN yang memasuki masa purna bakti.
Menurutnya, pensiun bukan berarti berhenti mengabdi kepada bangsa dan masyarakat.
Bupati, kata Erwan, mendorong para pensiunan tetap aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan agar terhindar dari post power syndrome.
Pengalaman yang dimiliki selama bertugas di birokrasi dinilai masih sangat dibutuhkan masyarakat.
“Pak Bupati berpesan jangan sampai purna bakti berarti berhenti berbakti kepada negara. Justru dengan pengalaman yang dimiliki, para pensiunan masih bisa berkontribusi melalui organisasi-organisasi kemasyarakatan,” tuturnya.
Erwan menambahkan, para pensiunan juga memiliki wadah organisasi lanjutan seperti LPRI maupun PPI.
Melalui organisasi tersebut, mereka tetap dapat bersilaturahmi sekaligus terus berkegiatan sesuai kondisi masing-masing.
“Mau berorganisasi silakan, ikut pengajian juga silakan. Yang penting jangan hanya diam di rumah, karena itu bisa membuat stres dan memicu datangnya berbagai penyakit,” ujarnya.
Di luar program santunan, Korpri Ciamis juga terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Bertepatan dengan Hari Jadi Ciamis ke-384, Erwan menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas berbagai prestasi yang diraih Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Ia menegaskan Korpri akan terus berinovasi, salah satunya melalui program umrah yang pembiayaannya berasal dari iuran anggota dan dikelola dengan sistem cicilan sehingga lebih ringan.
“Kita ikut bangga atas berbagai prestasi Pemkab Ciamis. Di sisi lain, Korpri juga terus berinovasi. Salah satunya program umrah yang dananya berasal dari anggota sendiri dan dikelola secara bertahap agar lebih ringan,” pungkasnya.














