Striker haus gol asal Brasil tersebut tampil kesetanan sepanjang musim dengan menggelontorkan 23 gol dan 5 assists.
Borneo FC Borong Penghargaan, Dony Tri Jadi Pemain Muda Terbaik
Meski gagal mengangkat trofi juara, Borneo FC Samarinda sukses memborong berbagai penghargaan bergengsi lainnya.
Mulai dari pemain terbaik hingga tim paling sportif:
Best Player (Pemain Terbaik): Gelar ini jatuh ke tangan bintang asing Borneo FC, Mariano Peralta.
Gelandang serang asal Argentina ini tampil tak tergantikan di 34 laga dengan kontribusi luar biasa lewat sumbangan 20 gol dan 14 assists.
Best Goalkeeper (Kiper Terbaik): Penjaga gawang Borneo FC, Nadeo Argawinata, terpilih menjadi yang terbaik di bawah mistar gawang.
Nadeo mencatatkan 12 kali clean sheets dan melakukan 130 penyelamatan krusial sepanjang musim.
Fair Play Team: Borneo FC juga didapuk sebagai tim paling suportif karena dinilai menunjukkan respek, disiplin, dan sportivitas paling tinggi di lapangan.
Di sisi lain, panggung talenta lokal berhasil dikuasai oleh kapten masa depan Indonesia.
Pemain serbabisa milik Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas (21).
Resmi menyabet gelar Best Young Player setelah tampil impresif dalam 26 laga dan menyumbang 1 gol untuk Macan Kemayoran.
Gol Salto Spektakuler Jadi yang Terbaik
Penghargaan pelengkap yang tidak kalah bergengsi, Best Goal, jatuh kepada penggawa PSIM Yogyakarta, Muhammad Iqbal.
Ia sukses menciptakan gol salto spektakuler ke gawang Madura United FC pada pekan ke-33, yang sekaligus membawa Laskar Mataram menang tipis 2-1.














