”Film punya kekuatan besar untuk mempromosikan nilai tradisi, budaya, hingga sektor pariwisata secara kreatif,” tutur Eman.
Lebih lanjut, Eman mengingatkan generasi muda agar tetap memegang teguh akar budaya lokal di tengah gempuran modernisasi.

Karya sinematik yang berbobot tidak hanya mengandalkan estetika visual, melainkan harus mampu menyisipkan pesan moral dan identitas daerah.
”Lewat workshop ini, kami berharap lahir sineas muda bertalenta yang mampu menghadirkan sinema inspiratif, sekaligus memperkokoh kebudayaan lokal,” tambahnya.
Acara pembukaan yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Menariknya, prosesi pembukaan ditandai dengan pertunjukan seremonial angklung sebagai simbol kelestarian budaya Nusantara.
Usai seremoni pembukaan, para peserta langsung ditantang mengupas tuntas seluk-beluk dunia sinema.
Bersama para mentor profesional, mereka membedah materi komprehensif mulai dari tahapan pra-produksi, eksekusi produksi, hingga proses pasca-produksi film pendek.














