Sebanyak 40 unit berada dalam proses pengerjaan fisik, sementara 144 unit masih menjalani proses verifikasi dan penyusunan.
Pada rehabilitasi perpipaan, terdapat 35 unit. Sebanyak 26 unit sudah memasuki pengerjaan fisik dan sembilan unit masih dalam tahap verifikasi dan penyusunan.
Sementara itu, pembangunan atau penanganan jaringan tersier mencakup 114 unit.
Sebanyak 49 unit berada dalam pengerjaan fisik, sedangkan 65 unit masih dalam proses verifikasi dan penyusunan.
Dinas Pertanian juga mencatat 14 unit optimalisasi lahan yang telah menyelesaikan pengerjaan fisik.
Adapun kegiatan jalan usaha tani tercatat sebanyak 41 titik. Sebanyak 12 unit berada dalam proses pengerjaan fisik, delapan unit menjalani verifikasi, dan 21 unit lainnya masih dalam proses verifikasi.
Anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa’adah mengatakan penguatan ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi beras dan komoditas pangan lainnya.
Menurut dia, pemerintah juga perlu memastikan harga pangan serta kesejahteraan petani.
Karena itu, dukungan terhadap petani perlu mencakup alsintan, benih, pupuk, hingga infrastruktur pertanian.
“Ketahanan pangan nasional tidak cukup ada pertambahan produksi pangan beras, jagung, tetapi harus memastikan juga harga pangan. Terus juga yang paling penting adalah kesejahteraan petani,” kata Rina.
Ia mengatakan Komisi IV DPR RI memiliki fungsi penganggaran, legislasi, dan pengawasan.
Namun, kebutuhan kelompok tani di daerah tetap membutuhkan pendataan dan verifikasi pemerintah daerah agar bantuan dari pemerintah pusat tepat sasaran.
Rina mengapresiasi Pemkab Ciamis yang turut membantu proses pendataan dan verifikasi penerima bantuan.
Selain alsintan, kata dia, pemerintah juga tengah memproses sejumlah dukungan lain, seperti jaringan irigasi tersier (JIT), embung, dan pembangunan infrastruktur irigasi.
Data penerima dan kebutuhan program tersebut, kata Rina, telah dikumpulkan dan memasuki tahapan verifikasi sebelum penyaluran.
Pompa air perlu ditopang sumber air
Rina mengatakan bantuan pompa tidak akan optimal jika tidak disertai ketersediaan sumber air dan jaringan pendukung.
Karena itu, pembangunan irigasi dan embung menjadi bagian penting untuk memastikan pompa dapat digunakan secara berkelanjutan.
Ia juga menyinggung kondisi kemarau panjang yang berdampak pada sejumlah wilayah.
Menurut dia, bantuan pompa menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk membantu petani menghadapi keterbatasan air.
“Pompa sudah ada, nanti kita bangunkan irigasi. Terus juga nanti ada embung,” ujarnya.
Rina berharap bantuan tersebut digunakan bersama untuk kepentingan kelompok tani dan dijaga agar dapat dipakai dalam jangka panjang.
Sementara itu, Herdiat kembali meminta penerima menjaga bantuan tersebut dan menggunakannya untuk mendukung kegiatan pertanian.
Dengan bantuan traktor dan pompa air, pemerintah berharap mekanisasi pertanian di Ciamis semakin berkembang.
Pada saat yang sama, pembangunan jaringan irigasi, embung, dan infrastruktur pertanian lainnya diarahkan untuk menjaga ketersediaan air serta menopang produksi petani ketika menghadapi musim kemarau.














