Firman mengatakan becak listrik tersebut ditujukan untuk membantu pengayuh becak mengurangi beban fisik sekaligus menunjang pendapatan mereka.
Program itu menyasar antara lain pengayuh becak yang selama ini masih menggunakan becak konvensional.
Dengan tenaga listrik, mereka diharapkan tidak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga fisik saat bekerja.
Target 25.000 Unit
Penyaluran di Ciamis juga menjadi bagian dari target distribusi yang lebih besar. Firman menyebut YGSN menargetkan 25.000 becak listrik untuk masyarakat.
Untuk 2026, sekitar 2.500 unit ditargetkan dapat didistribusikan.
Firman mengatakan bantuan tersebut diberikan gratis kepada penerima.
Ia juga meminta setiap penerima menjaga kendaraan dan menggunakannya untuk bekerja.
Penerima tidak diperbolehkan menjual, menyewakan, menggadaikan, atau memindahtangankan becak listrik.
Untuk Ciamis, pemerintah daerah juga diminta menyiapkan fasilitas pengisian baterai.
Selain itu, apabila terjadi kerusakan, penerima dapat menyampaikannya melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis untuk diteruskan kepada teknisi.
Becak listrik yang diserahkan memiliki garansi satu tahun.
Selama masa tersebut, teknisi dan mekanik disiapkan untuk menangani kebutuhan perawatan maupun kerusakan.
Bagi Ciamis, tambahan unit masih bergantung pada satu hal: tersedianya produksi becak listrik.
Jika stok kembali tersedia, YGSN menyatakan peluang penyaluran tambahan tetap terbuka.














