Atribut dekorasi berukuran panjang itu dijual dengan harga berkisar Rp250 ribu hingga Rp300 ribu, bergantung pada ukuran dan modelnya.
Beragam pilihan tersebut membuat pembeli bisa menyesuaikan kebutuhan sekaligus anggaran untuk menyemarakkan perayaan kemerdekaan.
Masih Andalkan Penjualan Langsung
Di tengah maraknya perdagangan melalui platform digital, Fikri mengaku masih mengandalkan penjualan secara langsung.
Ia menilai sebagian besar pembeli lebih memilih datang ke lapak agar bisa melihat kualitas bahan, ukuran, dan motif sebelum membeli.
“Biasanya tidak terlalu melayani penjualan online. Lebih banyak jualan langsung di pinggir jalan,” katanya.
Setiap hari, Fikri membuka lapaknya mulai pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB.
Ia berencana berjualan sampai 15 Agustus mendatang atau menjelang puncak perayaan Hari Kemerdekaan.
Ramainya Penjualan Bergantung Lokasi
Meski hampir setiap tahun datang ke Ciamis, Fikri mengaku penjualan tidak selalu stabil.
Menurutnya, ramainya pembeli sangat dipengaruhi lokasi berjualan dan antusiasme masyarakat menyambut HUT RI.
“Tahun kemarin lumayan. Kadang ramai, kadang biasa saja. Tergantung tempat jualannya,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap penjualan tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia optimistis semangat masyarakat memasang bendera Merah Putih dan menghias lingkungan akan kembali meningkat seiring semakin dekatnya peringatan Hari Kemerdekaan.
“Semoga bulan Agustus ini ramai. Mudah-mudahan semua penjual bendera sukses dan suasana Agustus semakin meriah,” pungkasnya.














