Namun, mereka akan kembali bekerja saat memasuki tahapan pemupukan, perawatan tanaman, hingga panen.
“Dulu buruh tani sering dianggap pengangguran. Padahal tidak demikian. Mereka bekerja mengikuti musim tanam, mulai dari mengolah lahan, menanam, merawat hingga panen,” ujarnya.
Herdiat menegaskan Pemerintah Kabupaten Ciamis akan terus mendorong masuknya investasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan agar kesempatan kerja semakin terbuka.
Di sisi lain, ia berharap sektor pertanian tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
Dengan jumlah penduduk yang mayoritas bekerja sebagai petani dan buruh tani.
Menurutnya, pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.
Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.














