Menurut Firman, gagasan pemberian becak listrik muncul setelah Presiden Prabowo melihat pengayuh berusia lanjut masih harus mengandalkan tenaga untuk menarik becak.
Program itu kemudian dikembangkan dengan memproduksi becak listrik melalui industri pertahanan, sebelum didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
160 Unit untuk Pengayuh Ciamis
Untuk tahap awal, Ciamis menerima 160 unit becak listrik.
Jumlah tersebut diberikan berdasarkan data penerima yang telah dihimpun.
Firman mengatakan jumlah bantuan untuk setiap daerah masih dapat berubah bergantung pada kebutuhan dan ketersediaan kendaraan.
Namun, untuk sementara, distribusi dibatasi maksimal 200 unit per kabupaten agar pembagiannya tetap merata.
Becak listrik yang diterima masyarakat juga dilengkapi garansi selama satu tahun.
Jika mengalami kerusakan, penerima di Ciamis dapat menyampaikan pengaduan melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis.
Selain itu, teknisi dan mekanik disiapkan untuk menangani kebutuhan perbaikan serta suku cadang kendaraan.
Herdiat berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan penerima untuk menunjang pekerjaan sehari-hari.
Ia juga meminta masyarakat yang menerima becak listrik menjaga kendaraan tersebut agar tetap dapat digunakan sebagai sarana mencari penghasilan.
Dengan mencoba langsung kendaraan itu, Herdiat setidaknya melihat cara kerja becak listrik sebelum seluruh unit digunakan oleh penerima.
Penyerahan 160 unit tersebut menjadi bagian dari distribusi becak listrik kepada pengayuh di Ciamis.














