Selain membantu mengurangi beban fisik, program tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas ekonomi pengayuh becak.
Bantuan tidak berhenti pada penyerahan kendaraan. Becak listrik tersebut dilengkapi garansi selama satu tahun.
YGSN juga menyiapkan teknisi dan mekanik untuk menangani kerusakan maupun kebutuhan suku cadang.
Untuk penerima di Ciamis, pengaduan kerusakan disampaikan melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis yang kemudian menjadi penghubung dengan teknisi.
Herdiat Minta Bantuan Dimanfaatkan
Herdiat berharap penerima menggunakan becak listrik tersebut untuk menunjang pekerjaan dan menjaga kendaraan yang telah diterima.
Sementara itu, Firman mengingatkan penerima agar tidak menjual, menyewakan, menggadaikan, atau memindahtangankan becak listrik tersebut.
Kendaraan itu diberikan sebagai bantuan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain Ciamis, program becak listrik juga menyasar sejumlah daerah lain.
Firman mengatakan distribusi dilakukan secara bertahap sesuai dengan produksi dan ketersediaan kendaraan.
Untuk program secara nasional, YGSN menargetkan distribusi sebanyak 25.000 becak listrik. Pada 2026, sekitar 2.500 unit ditargetkan dapat disalurkan.
Bagi Ciamis, 160 unit yang diterima menjadi tahap awal distribusi.
Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah apabila kebutuhan dan ketersediaan kendaraan memungkinkan.
Herdiat berharap bantuan tersebut benar-benar digunakan penerima untuk bekerja dan membantu meningkatkan penghasilan keluarga.














