“Pentingnya menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan air putih, mengonsumsi makanan bergizi, serta beristirahat dengan cukup,” ujar AKBP Niko saat ditemui awak media.
Perhatian lebih juga perlu diberikan kepada kelompok yang dinilai lebih rentan terhadap dampak paparan abu vulkanik, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Polres Garut mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan setelah terpapar abu. Batuk yang berlangsung terus-menerus, sesak napas, nyeri atau iritasi pada mata menjadi tanda yang perlu mendapat perhatian.
Apabila mengalami keluhan tersebut, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Melalui imbauan tersebut, Polres Garut mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan. Langkah sederhana seperti mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan perlindungan diri, menjaga kebersihan, serta segera mendapatkan pertolongan medis ketika muncul keluhan diharapkan dapat membantu meminimalkan risiko paparan abu vulkanik terhadap kesehatan.***
Jurnalis: Ismi














