Menurut dia, aspek keselamatan perlu menjadi perhatian karena becak listrik akan digunakan di ruang lalu lintas bersama kendaraan lainnya.
Selain itu, Eko meminta penerima merawat becak listrik yang telah diberikan.
Kendaraan tersebut diharapkan digunakan untuk menunjang pekerjaan dan bukan dialihkan untuk kepentingan lain.
Pesan tersebut sejalan dengan permintaan Bupati Ciamis kepada para penerima bantuan.
Bupati meminta becak listrik tidak diperjualbelikan, digadaikan, maupun disewakan.
Ia berharap penerima memanfaatkan kendaraan tersebut untuk bekerja sehingga bantuan dapat menunjang aktivitas ekonomi keluarga.
160 Becak Listrik Disalurkan ke Pengemudi
Sebanyak 160 unit becak listrik disalurkan kepada pengemudi becak yang memenuhi sasaran bantuan.
YGSN menyalurkan kendaraan tersebut sebagai bagian dari program bantuan yang berasal dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan mengatakan yayasannya berkomitmen mendukung program pemerintah yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi daerah.
Menurut Firman, pelaksanaan program membutuhkan kerja sama sejumlah pihak. Pemerintah, masyarakat, lembaga sosial, dan pemangku kepentingan lainnya perlu membangun komunikasi dan komitmen agar program berjalan sesuai sasaran.
Penyerahan bantuan berlangsung di Pendopo Kabupaten Ciamis pada Ahad pagi. Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 10.15 WIB.
Sejumlah pejabat menghadiri kegiatan tersebut, antara lain Bupati Ciamis, Kapolres Ciamis, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Ciamis, perwakilan Kodim 0613/Ciamis, jajaran pemerintah daerah, perwakilan PLN, anggota DPRD Kabupaten Ciamis, serta pengurus YGSN.
Setelah penyerahan simbolis, para penerima mengikuti konvoi becak listrik.
Bagi para pengemudi, kendaraan tersebut akan digunakan untuk menunjang aktivitas mereka mencari nafkah.
Karena itu, penggunaan becak listrik juga menuntut pengemudi memahami karakter kendaraan serta memperhatikan kondisi lalu lintas di jalan.
Perjalanan Eko sejauh sekitar 10 kilometer dari Pendopo, mengelilingi pusat kota, lalu kembali ke Pendopo menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.
Setelah kendaraan kembali, rangkaian penyerahan bantuan dilanjutkan hingga selesai.














