Jakarta,Kondusif.com,- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara angkat bicara terkait karut-marut program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski mendukung penuh program andalan pemerintah tersebut, aliansi mahasiswa ini mendesak adanya evaluasi total yang transparan, bahkan meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) segera dicopot dari jabatannya.
Koordinator Bidang Pusat Politik, Hukum, HAM, dan Demokrasi BEM Nusantara, Ghani Zulkarnaen Rais, menegaskan bahwa kritik keras ini lahir dari niat untuk menyelamatkan program, bukan untuk menjegalnya.
”Niat baik MBG tidak boleh diragukan. Tapi justru karena kami mendukung, kami wajib bersuara ketika pelaksanaannya menyimpang,” ujar Ghani dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6/2026).
Menyoroti Kasus Keracunan Massal
Ghani menyoroti rentetan kasus keracunan makanan yang hingga kini belum juga reda. Padahal, BGN sebelumnya telah menetapkan target zero accident pada tahun 2026 ini.
Ironisnya, data Kementerian Kesehatan justru mencatat puluhan ribu anak telah menjadi korban keracunan terkait MBG hingga pertengahan 2026.
Alhasil, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI turut menilai bahwa kasus ini menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan BGN terhadap Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).
Oleh karena itu, BEM Nusantara mendorong BGN untuk bertindak tegas.
Mereka menuntut pemerintah menutup permanen dan mencabut izin SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan tanpa pengecualian.
Aroma Korupsi dan Belanja Ugal-ugalan
Tak hanya masalah kesehatan, BEM Nusantara juga mengendus adanya dugaan praktik korupsi di lapangan.
Mereka mengungkapkan adanya modus jual beli titik SPPG yang telah memakan korban dengan kerugian mencapai miliaran rupiah di berbagai daerah.
Selanjutnya, Ghani juga mempertanyakan urgensi pengadaan barang oleh BGN yang dinilai melenceng dari esensi program.














