Rencana tersebut menjadi babak baru setelah Viko menyelesaikan ekspedisi menuju Tanah Suci.
Sebelumnya, ia menempuh perjalanan selama sekitar 17 bulan dan melewati 17 negara.
Menariknya, Viko tidak merancang kesamaan angka itu sejak awal.
Jumlah negara dan durasi perjalanan tersebut terbentuk dari rute yang akhirnya ia tempuh.
Perjalanan yang Belum Berakhir
Bagi Viko, perjalanan panjang tersebut memberikan lebih dari sekadar pengalaman berpindah negara.
Ia bertemu masyarakat dari berbagai latar belakang, berkomunikasi dengan media internasional, sekaligus memperkenalkan Ciamis.
Ia juga membawa bendera Merah Putih selama perjalanan.
Bahkan, dalam setiap negara yang dilewatinya, Viko berusaha menyandingkan bendera Indonesia dengan bendera negara setempat sebagai simbol persaudaraan.
Kini, setelah kembali ke kampung halaman, Viko kembali memiliki waktu untuk mempersiapkan langkah berikutnya.
Jika rencana itu berjalan sesuai harapan, perjalanan dari Rancah belum akan berhenti di Tanah Suci.
Tujuan berikutnya sudah menunggu di Al-Aqsa, sebelum ia menutup ekspedisi di London.
Perjalanan Viko pun masih menyisakan satu pertanyaan: seberapa jauh lagi langkah seorang warga Rancah itu akan membawanya?














