Dengan perkiraan jarak tempuh sekitar 40 kilometer dalam sekali pengisian, kebutuhan pengisian ulang akan bergantung pada jarak dan intensitas penggunaan masing-masing penerima.
Karena itu, penyediaan titik pengisian menjadi salah satu dukungan operasional yang dibutuhkan setelah bantuan diserahkan.
Pemerintah daerah tidak hanya menjadi bagian dari mekanisme pengaduan ketika kendaraan mengalami kerusakan, tetapi juga diminta membantu menyediakan fasilitas pengisian.
Firman mengatakan becak listrik tersebut juga didukung teknisi dan mekanik.
Kendaraan mendapat garansi selama satu tahun, sedangkan penerima di Ciamis dapat menyampaikan laporan kerusakan melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis.
Di sisi lain, penerima diminta merawat kendaraan yang telah diberikan.
Becak listrik tersebut ditujukan untuk menunjang aktivitas ekonomi penerima sehingga penggunaannya diharapkan tetap berlangsung dalam jangka panjang.
Spesifikasi jarak tempuh dan waktu pengisian yang disampaikan Firman merupakan keterangan dari pihak YGSN.
Kondisi penggunaan di lapangan dapat berbeda, bergantung pada pemakaian dan kondisi baterai kendaraan.
Karena itu, fasilitas pengisian tetap diperlukan agar penerima dapat mengoperasikan becak listrik tanpa terkendala ketika daya baterai habis.














