CIAMIS,Kondusif.com,- Aset Bank Galuh Ciamis mencapai Rp36 miliar pada September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2021 yang tercatat sebesar Rp17 miliar.
Direktur Utama Bank Galuh, Usman Ependi, mengatakan pertumbuhan aset tersebut menjadi salah satu capaian perusahaan dalam lima tahun terakhir.
“Kalau dari capaian, alhamdulillah menunjukkan pertumbuhan aset yang cukup bagus. Dari tahun 2021 itu aset kita Rp17 miliar, pada 2025 mencapai Rp31,80 miliar, dan posisi September kemarin sudah masuk angka Rp36 miliar,” kata Usman saat ditemui di kantor Bank Galuh, Jalan MR Iwa Kusumasoemantri, Kecamatan Ciamis, Jumat (23/10/2026).
Berdasarkan data tersebut, aset Bank Galuh meningkat Rp14,80 miliar sepanjang 2021-2025.
Sementara itu, hingga September 2026, asetnya bertambah Rp4,20 miliar dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya.
Usman menyebut pertumbuhan tersebut berlangsung di tengah kondisi ekonomi yang menghadapi sejumlah tantangan, termasuk penurunan daya beli masyarakat.
“Kondisi sekarang itu fiskal rendah, daya beli masyarakat menurun, tetapi ini polanya meningkat terus,” ujarnya.
Bank Galuh Salurkan Kredit Konsumtif dan Produktif
Selain menghimpun dana masyarakat melalui tabungan dan deposito, Bank Galuh menyalurkan kredit untuk memenuhi kebutuhan nasabah.
Usman menjelaskan, secara umum produk kredit Bank Galuh terbagi menjadi dua kategori, yakni kredit konsumtif dan kredit produktif.
“Jasa kredit kita ada beberapa. Secara global ada dua, yang pertama kredit konsumtif dan kedua kredit produktif untuk kredit modal kerja,” kata Usman.
Bank Galuh memiliki sejumlah produk pembiayaan, di antaranya kredit pegawai, Kredit Usaha Mandiri, serta Kredit Multiplane.
Produk terakhir tersebut ditujukan untuk membantu pembiayaan masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri, khususnya Jepang.
Dalam penyaluran kredit, Bank Galuh mempertimbangkan kelayakan calon debitur dan tingkat risiko pembiayaan.
Ketentuan agunan juga menyesuaikan karakteristik kredit yang diajukan.
“Kalau memang berisiko tinggi, kita wajib menggunakan agunan. Untuk yang kecil-kecil, yang mikro Rp5 juta ke bawah, itu dilihat dari feasibility study. Kita juga melihat karakter dan riwayatnya karena mengelola uang masyarakat harus hati-hati,” ujarnya.
Terkait kualitas kredit, Usman menyebut rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) neto Bank Galuh berada di angka 3,5 persen.
“NPL kita neto di 3,5 persen,” kata Usman.
Aplikasi Saku by Galuh dan QRIS untuk Nasabah
Bank Galuh juga mengembangkan layanan digital untuk memudahkan nasabah mengakses informasi rekening dan melakukan transaksi.















Respon (1)