Usman mengatakan Bank Galuh telah meluncurkan aplikasi Saku by Galuh sejak 2025.
Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat memantau mutasi rekening, baik transaksi masuk maupun keluar.
“Sejak tahun 2025, kita sudah menerbitkan layanan digital yang namanya Saku by Galuh. Aplikasi itu dibuat supaya masyarakat lebih percaya karena transparansi simpanan nasabah bisa dipantau setiap saat,” tuturnya.
Selain aplikasi tersebut, Bank Galuh menyediakan layanan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pembayaran pelanggan melalui QRIS dapat langsung masuk ke rekening nasabah yang bersangkutan.
Ke depan, Bank Galuh berencana mengembangkan layanan QRIS cash out melalui kerja sama dengan bank nasional.
“Insyaallah tahun depan kami ingin ada QRIS cash out. Jadi, transaksi masuk atau keluar menggunakan QRIS,” kata Usman.
Tabungan Pelajar Jangkau Lebih dari 3.000 Siswa
Di bidang literasi keuangan, Bank Galuh bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis untuk mengenalkan budaya menabung kepada pelajar.
Usman menyebut program tabungan pelajar tersebut telah menjangkau lebih dari 3.000 siswa.
Melalui program ini, Bank Galuh memberikan edukasi mengenai kebiasaan menabung sejak dini.
“Alhamdulillah, sudah lebih dari 3.000 siswa. Sekolah juga ada petugas kita yang datang untuk membantu layanan tabungan,” ujarnya.
Bank Galuh memiliki produk Tabungan Si Pintar yang tidak dikenai biaya administrasi.
Produk tersebut menjadi salah satu layanan yang ditawarkan untuk mendukung kebiasaan menabung di kalangan pelajar.
Pada 2026, Bank Galuh juga menerima sejumlah penghargaan, di antaranya TOP BUMD Awards 2026 dengan predikat bintang empat serta penghargaan dari Infobank bagi BPR milik pemerintah daerah dengan kinerja sangat baik pada kelompok aset di bawah Rp50 miliar.
Sementara itu, pada September 2026, Bank Galuh memperoleh izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk beroperasi dengan nama PT BPR Galuh Ciamis Perseroda.
Usman mengatakan perusahaan akan lebih berfokus pada pengembangan pembiayaan sektor ekonomi produktif sesuai amanat peraturan daerah.















Respon (2)