banner 720x220

Aksi Memukau Pesilat Muda di Manonjaya: ‘Ngamumule’ Budaya Sunda Lewat Tandang Ibing

​”Kami dari pihak kecamatan memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Semoga semangat ‘ngamumule’ ini terus terjaga dan pencak silat tetap dicintai generasi penerus,” tutur Firman.

​Ajang ‘Turun Gunung’ Padepokan

​Ketua Karang Taruna Kecamatan Manonjaya, Kendi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini lahir dari rasa keprihatinan.

Banyak padepokan di tingkat desa yang selama ini luput dari perhatian publik.

​”Kami ingin merawat dan menumbuhkan rasa cinta generasi muda pada pencak silat. Ini adalah langkah nyata kami untuk memberi panggung bagi padepokan yang selama ini kurang tersorot,” tegas Kendi.

​Dalam kompetisi ini, panitia membagi peserta ke dalam empat kategori: usia dini kelas 1–3 SD, kelas 4–6 SD, remaja, hingga dewasa.

Persaingan pun berlangsung sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.

​Daftar Juara Tandang Ibing Pencak Silat Manonjaya:

Usia Dini (1-3 SD): Padepokan Sabda Pangrumat (Juara 1), Padepokan Riung Mumpulung Bina Mandiri (Juara 2).

​Usia Dini (4-6 SD): Padepokan Padoman memborong Juara 1 dan 2, disusul Padepokan Sabda Pangrumat di posisi ke-3.

​Remaja: Padepokan Gentra Pasundan (Juara 1), Padepokan Padoman (Juara 2), dan Padepokan RMBM (Juara 3).

​Dewasa: Padepokan Pusaka Raga Sukma (Juara 1), diikuti Padepokan Putra Pusaka Domas dan Padepokan Domas Putra Gangga.

​Menutup rangkaian acara, Kendi tak lupa memanjatkan rasa syukur atas kelancaran gelaran ini.

Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama panitia pelaksana yang telah bekerja keras menjaga suasana tetap kondusif hingga akhir acara.

​”Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan aman. Terima kasih untuk semua pendukung, sampai jumpa di ajang berikutnya!” pungkas Kendi.

​Penulis: Heni Nurhaeni/kondusif.com
banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *