CIAMISKondusif.com – Ribuan masyarakat memadati kawasan Panjalu, Kabupaten Ciamis, mengikuti Upacara Adat Nyangku dan Festival Budaya Panjalu Tahun 2026, Senin (7/9/2026). Di tengah prosesi budaya yang sarat nilai sejarah dan tradisi tersebut, jajaran Polres Ciamis hadir memastikan seluruh rangkaian berlangsung aman dan kondusif.
Sekitar 3.000 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 10.45 WIB di sejumlah lokasi, yakni kawasan Bumi Alit, Situ Lengkong Panjalu dan area Parkir Wisata Meja Bundar, Desa Panjalu.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. turut hadir memantau pelaksanaan kegiatan sekaligus memastikan personel menjalankan pengamanan di berbagai titik.
Bagi masyarakat Panjalu, Nyangku bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi tersebut merupakan salah satu warisan budaya Tatar Galuh yang memiliki nilai sejarah, spiritual, religius dan sosial yang kuat.
Rangkaian prosesi diawali dengan tawasul, perjalanan keluarga menuju Bumi Alit, persiapan, hingga pemberangkatan menuju Situ Lengkong dan Nusa Gede. Prosesi kemudian berlanjut menuju panggung utama Pangbagea Pusaka.
Personel Polres Ciamis melakukan pengamanan dan pengawalan sepanjang rangkaian tersebut. Pengamanan juga dilakukan saat acara utama, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, pedaran sejarah Panjalu, doa, hingga prosesi gelar pusaka atau ngabersihan pusaka.
Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan lantunan sholawat, prosesi ngabralkeun atau pengembalian pusaka ke Bumi Alit, serta ramah tamah.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan, pengamanan kegiatan Nyangku merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat, termasuk dalam kegiatan adat dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Kabupaten Ciamis.
“Pengamanan kegiatan Nyangku merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif, sehingga masyarakat dapat mengikuti prosesi adat maupun festival budaya dengan nyaman,” ujar AKBP Eko Iskandar.
Menurutnya, dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan orang, pengaturan arus kegiatan, pengamanan lokasi dan pemantauan situasi menjadi bagian penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.















