Ciamis,Kondusif.com,- Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Kabupaten Ciamis tidak berhenti pada panggung perayaan. Pada Rabu, 2 September 2026, sebanyak 156 pelajar menerima kacamata gratis, sementara empat kader PKK dan Posyandu mendapat santunan.
Bantuan itu diberikan di Aula PKK Kabupaten Ciamis. Lion’s Club menyalurkan 156 kacamata melalui DP3AKB Provinsi Jawa Barat untuk siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.
Bantuan tersebut menyasar persoalan kesehatan mata pelajar yang berpotensi mengganggu aktivitas belajar.
Pemeriksaan dan pemberian kacamata menjadi salah satu bentuk intervensi yang langsung menyentuh kebutuhan siswa.
Pada kesempatan yang sama, BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada dua kader PKK dan dua kader Posyandu.
Keempat kader itu selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Rangkaian aksi sosial tersebut menjadi bagian dari peringatan HKG PKK ke-54 yang mengangkat tema “Kuatkan 10 Program PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”
Alih-alih sekadar menggelar perayaan, kegiatan itu memperlihatkan bagaimana jaringan kader PKK berhubungan langsung dengan persoalan warga.
Pelajar mendapat dukungan untuk menunjang aktivitas belajar, sementara kader memperoleh perlindungan ketika menjalankan tugas di lapangan.
Kader PKK dan Kerja yang Kerap Tak Terlihat
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menilai kader PKK memiliki posisi penting dalam menjalankan berbagai program pemerintah.
Menurut dia, kader bekerja lebih dekat dengan masyarakat dibandingkan struktur pemerintahan yang berada di atasnya.
“Saya selalu mengingatkan, bukan OPD, camat atau kades yang membantu PKK, tetapi kader-kader PKK yang membantu kita, para camat dan kades,” kata Herdiat.
Pernyataan itu menggambarkan hubungan kerja yang selama ini berlangsung di lapangan.
Program pemerintah membutuhkan orang yang dapat menerjemahkan kebijakan menjadi kegiatan yang dipahami dan dijalankan keluarga.
Kader PKK berada di posisi tersebut. Mereka bergerak hingga tingkat desa dan keluarga, sekaligus menjadi penghubung antara program pemerintah dan kebutuhan warga.
Karena itu, Herdiat mengapresiasi pengurus dan kader PKK dari tingkat kabupaten hingga desa.
Ia berharap jaringan tersebut tidak hanya mempertahankan kegiatan yang sudah berjalan, tetapi terus memperluas manfaatnya.
Memasuki usia ke-54, PKK memiliki perjalanan panjang dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan keluarga.
Bagi Herdiat, pengalaman itu menjadi modal untuk menghadapi persoalan pembangunan manusia yang semakin kompleks.
“Teruslah berbuat kebaikan dan mengabdi untuk masyarakat Kabupaten Ciamis. Mudah-mudahan PKK semakin maju dan semakin kuat,” ujarnya.
Herdiat kemudian menghubungkan kerja kader dengan target Indonesia Emas 2045.
Ia menilai pembangunan generasi unggul membutuhkan proses panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan.
“Kita punya program menciptakan generasi emas 2045. Peran PKK sangat penting. Tidak semudah membalikkan telapak tangan, perlu waktu yang lama dan diawali oleh keluarga,” kata dia.
Dari Keluarga, Pemerintah Mengejar Generasi Emas
Menurut Herdiat, keluarga menjadi titik awal pembangunan manusia. Karena itu, program yang menyentuh kesehatan, pendidikan, pola pengasuhan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga perlu berjalan secara berkesinambungan.
Pemerintah Kabupaten Ciamis juga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menangani persoalan tersebut.
Salah satunya melalui gerakan New Zero Stunting yang diarahkan untuk mempercepat penurunan angka stunting.
Persoalan itu tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu organisasi atau perangkat daerah.
Pemerintah membutuhkan keterlibatan PKK, dunia usaha, organisasi masyarakat, kader, dan keluarga.














