CIAMIS,Kondusif.com,- Perjalanan Viko Nur Faisal menuju Tanah Suci tidak hanya diisi langkah kaki dan perpindahan dari satu negara ke negara lain. Ia juga membawa sebuah proyek pribadi: menulis Al-Qur’an selama ekspedisi.
Viko mengerjakan tulisan tersebut secara bertahap selama perjalanan. Setiap seri perjalanan menjadi kesempatan baginya untuk menulis beberapa ayat.
Proyek itu akhirnya rampung bersamaan dengan selesainya ekspedisi menuju Tanah Suci.
“Setiap seri saya menulis Al-Qur’an beberapa ayat. Alhamdulillah ditutup dengan finish, Al-Qur’an itu selesai saya selesaikan,” kata Viko saat ditemui di Gedung Islamic Center Ciamis, Rabu (19/8/2026).
Bagi Viko, menulis Al-Qur’an menjadi bagian penting dari perjalanan yang ia jalani selama sekitar 17 bulan.
Ia memulai ekspedisi dari Rancah, Kabupaten Ciamis, pada 29 Mei 2025.
Sebelumnya, ia mengaku membutuhkan waktu sekitar empat tahun untuk mempersiapkan perjalanan tersebut.
Persiapan itu mencakup tabungan, kebutuhan birokrasi, hingga riset jalur yang akan ditempuh.
Al-Qur’an di Tengah Perjalanan
Viko tidak menjadikan perjalanan tersebut sekadar ekspedisi fisik.
Di tengah perjalanan lintas negara, ia menyisihkan waktu untuk menyelesaikan tulisan Al-Qur’an.
Setiap seri perjalanan menjadi bagian dari proses tersebut.
Dengan cara itu, kegiatan menulis berjalan beriringan dengan perjalanan menuju Tanah Suci.
Setelah ekspedisi berakhir, Viko menyebut sudah ada sejumlah pihak yang menawarkan agar kisah perjalanannya dituangkan dalam sebuah buku.
Namun, ia belum memutuskan bentuk lanjutan dari kisah tersebut.
Untuk saat ini, ia lebih menekankan pengalaman yang didapat selama perjalanan.
Menembus 17 Negara
Dalam ekspedisinya, Viko melewati 17 negara. Ia juga menempuh perjalanan selama 17 bulan.














