banner 720x220
News  

Asosiasi Pemuda dan Mahasiswa Priangan Timur Soroti Dugaan Penyekapan dan Kekerasan di Tasikmalaya

Ketua Asosiasi Pemuda dan Mahasiswa Priangan Timur, Ade Apipudin. (Dok, foto. Istimewa)
Ketua Asosiasi Pemuda dan Mahasiswa Priangan Timur, Ade Apipudin. (Dok, foto. Istimewa)

Tasikmalaya,Kondusif.com,- Seorang pria berinisial D (52) mengaku menjadi korban penyekapan dan kekerasan setelah memenuhi ajakan bertemu dari pemilik mobil rental di Kota Tasikmalaya.

D menduga peristiwa itu berkaitan dengan persoalan keterlambatan pengembalian mobil rental.

Dalam keterangannya, ia juga menyebut adanya dugaan keterlibatan sejumlah orang dalam peristiwa tersebut.

Kasus ini kini mendapat perhatian dari Asosiasi Pemuda dan Mahasiswa Priangan Timur.

Organisasi tersebut menyatakan akan memberikan pendampingan dan mengawal proses hukum yang berjalan.

Kepada wartawan, Rabu (19/8/2026), D menceritakan peristiwa yang dialaminya bermula ketika mobil Daihatsu Sigra yang disewanya belum dikembalikan karena masih berada di luar kota.

D mengaku biaya rental kendaraan tersebut telah dibayarkan. Ia juga menyebut telah memberikan jaminan kepada pemilik kendaraan.

“Awalnya masalah rental mobil. Saya terlambat mengembalikan karena masih di luar kota. Mobil juga sudah dibayar dan saya memberikan jaminan,” kata D.

Mengaku Diikat dan Dimasukkan ke Bagasi

Menurut D, pemilik kendaraan kemudian menghubunginya melalui telepon pada Sabtu (8/8/2026) malam. Ia diminta datang untuk bertemu.

Sekitar pukul 22.00 WIB, D tiba di lokasi yang telah disepakati. Namun, ia mengaku situasi berubah setelah sejumlah orang datang.

D mengaku langsung ditangkap dan tangannya diikat ke belakang.

Setelah itu, ia menyebut dirinya dimasukkan ke dalam bagasi mobil.

“Saya datang untuk bertemu. Tiba-tiba sejumlah orang langsung meringkus dan mengikat tangan saya ke belakang. Setelah itu saya dilempar ke bagasi mobil,” ujarnya.

D kemudian mengaku dibawa ke sebuah ruko atau kios kopi di wilayah Kota Tasikmalaya, yang disebut berada di sekitar depan Samsat Kota Tasikmalaya.

Dugaan penyekapan dan kekerasan (Dok, foto. Istimewa)
Dugaan penyekapan dan kekerasan (Dok, foto. Istimewa)

Di tempat tersebut, D mengaku disekap dan mengalami kekerasan.

Ia menyebut tindakan kekerasan itu dilakukan menggunakan sejumlah benda.

“Saya mengalami pemukulan dan penganiayaan. Ada yang menggunakan sabuk, alat tali ikat, sundutan rokok, sampai sayatan pisau. Ancaman juga terjadi,” katanya.

D mengaku tindakan kekerasan tersebut berlangsung sejak dirinya tiba di lokasi hingga Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Selama berada di lokasi, D juga mengaku mendapat ancaman.

Ia kemudian menyebut penyekapan berakhir setelah mobil milik orang yang disebutnya sebagai pemilik kendaraan tiba dari luar kota.

Mengaku Dipaksa Teken Pernyataan

Setelah itu, D mengaku diminta menandatangani sebuah dokumen pernyataan.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *