banner 720x220
News  

Bupati Ciamis: Lapas Harus Nyaman, tapi Tak Boleh Betah

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat menghadiri pemberian remisi warga binaan lapas kelas IIB Ciamis di momen HUT ke-81 RI
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat menghadiri pemberian remisi warga binaan lapas kelas IIB Ciamis di momen HUT ke-81 RI

Ciamis,Kondusif.com,- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya punya pesan khusus kepada warga binaan Lapas Kelas IIB Ciamis. Menurutnya, lapas memang harus nyaman dan manusiawi, tetapi jangan sampai membuat penghuninya betah.

Pesan itu disampaikan Herdiat saat menghadiri pemberian remisi dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Aula Lapas Kelas IIB Ciamis, Senin (17/8/2026).

“Yang paling utama harus dibuat nyaman tapi tidak boleh dibuat betah,” kata Herdiat dalam sambutannya.

Herdiat mengatakan kondisi lapas yang bersih dan nyaman penting untuk mendukung proses pembinaan.

Namun, tujuan akhirnya tetap agar warga binaan mampu memperbaiki diri dan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Karena itu, dia meminta warga binaan tidak memiliki keinginan untuk kembali ke lapas setelah bebas.

“Jangan betah, Bapak Ibu, jangan mau lama-lama tinggal di lapas, apalagi keluar balik lagi ke lapas,” ujarnya.

Tantangan Terberat Ada Setelah Bebas

Herdiat kemudian mengingatkan warga binaan bahwa kehidupan setelah keluar dari lapas bukan berarti tanpa tantangan.

Justru, menurutnya, ujian yang sesungguhnya dimulai ketika mereka kembali ke lingkungan masing-masing.

“Tantangan, cobaan di sana akan terjadi. Kadang-kadang banyak warga masyarakat yang tidak siap, tidak menerima kehadiran Bapak Ibu semua kembali ke masyarakat,” kata Herdiat.

Dia meminta warga binaan yang nantinya kembali ke masyarakat membuktikan bahwa dirinya telah berubah.

Mereka harus menunjukkan perilaku yang lebih baik sehingga kepercayaan masyarakat dapat kembali tumbuh.

“Harus Bapak Ibu mampu menunjukkan bahwa Bapak Ibu kembali dari lapas ini harus lebih baik, harus bisa meyakinkan masyarakat,” tuturnya.

Menurut Herdiat, proses tersebut bisa dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga.

Warga binaan yang bebas perlu meyakinkan orang tua, pasangan, maupun anak bahwa mereka telah berubah dan siap menjalani kehidupan dengan lebih baik.

“Paling tidak, yakinkan dulu keluarga Bapak Ibu semua, ibu, bapak, anak, istri, yakinkan,” ujarnya.

Herdiat berharap dukungan keluarga dapat menjadi modal bagi warga binaan untuk kembali berbaur dengan masyarakat.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *