banner 720x220
News  

444 Suara Bawa Tantan Sulthon ke Kursi Ketua PWI Jabar

Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jabar di Horison Ultima Hotel, Kota Bandung, Rabu, 12 Agustus 2026, Tantan raih 444 suara mengungguli Hardiyansyah dari total 699 suara. (Dok, foto. Istimewa)
Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jabar di Horison Ultima Hotel, Kota Bandung, Rabu, 12 Agustus 2026, Tantan raih 444 suara mengungguli Hardiyansyah dari total 699 suara. (Dok, foto. Istimewa)

Ciamis,Kondusif.com,- Persaingan menuju kursi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2026-2031 berakhir dengan kemenangan Tantan Sulthon Bukhawan.

Dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jabar di Horison Ultima Hotel, Kota Bandung, Rabu, 12 Agustus 2026, Tantan mengungguli Hardiyansyah dengan selisih suara yang cukup lebar.

Dari 699 pemilik suara yang mengikuti pemilihan, Tantan meraih 444 suara.

Sementara Hardiyansyah memperoleh 247 suara. Dua suara tercatat abstain dan enam suara lainnya dinyatakan tidak sah.

Hasil tersebut menempatkan Tantan sebagai peraih sekitar 64 persen suara sah kandidat. Ia unggul 197 suara dari pesaingnya.

Kemenangan itu sekaligus membuka babak baru bagi PWI Jawa Barat.

Tantan datang dengan gagasan yang ia rangkum dalam visi “PWI Jabar Istimewa”.

Ia menawarkan organisasi pers yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu menjawab perubahan teknologi dan kebutuhan wartawan.

Gagasan itu sebelumnya ia sampaikan ketika bertemu jajaran PWI Priangan Timur di Kantor PWI Ciamis, Jalan Iwa Kusuma Soemantri, pada 5 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri pengurus dan anggota PWI dari Ciamis, Banjar, Pangandaran, serta Tasikmalaya.

Safari sosialisasi itu menjadi bagian dari upaya Tantan memperkenalkan arah kepemimpinannya sebelum pemilihan berlangsung.

Ia membawa tagline “PWI Jabar Istimewa” dengan penekanan pada wartawan yang kompeten, organisasi yang kuat, serta anggota yang lebih maju dan sejahtera.

Lima Pilar untuk PWI Jabar

Dalam rancangan programnya, Tantan menempatkan lima pilar sebagai fondasi organisasi.

Pertama, kompeten. PWI Jabar diarahkan untuk memperluas akses peningkatan kapasitas wartawan melalui pendidikan, pelatihan, serta pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Kedua, terlindungi. Tantan menilai wartawan membutuhkan sistem advokasi dan perlindungan organisasi yang lebih kuat agar tidak menghadapi persoalan hukum, intimidasi, maupun tantangan profesi seorang diri.

Pilar ketiga adalah sejahtera. Ia memasukkan penguatan perlindungan sosial, perluasan akses BPJS, serta berbagai program peningkatan kesejahteraan anggota sebagai bagian penting dari agenda organisasi.

Selanjutnya, PWI Jabar harus adaptif. Perkembangan digital, multimedia, data, SEO, media sosial, hingga kecerdasan buatan membuat wartawan dituntut terus memperbarui kemampuan.

Karena itu, transformasi teknologi menjadi salah satu perhatian utama dalam program Tantan.

Pilar terakhir ialah kuat sampai daerah. Ia ingin memperkuat keberadaan PWI di 25 kabupaten/kota sehingga organisasi tidak hanya terasa di tingkat provinsi, tetapi juga hadir dan bekerja hingga daerah.

Sembilan Agenda PWI Jabar Istimewa

Lima pilar tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam sembilan misi.

Tantan menempatkan penguatan kompetensi wartawan sebagai agenda awal melalui perluasan akses UKW dan berbagai pelatihan jurnalistik.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *