Kondusif.com,- Persebaya Surabaya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menundukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti pada partai final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam.
Setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu, Bajul Ijo memastikan gelar lewat kemenangan di babak tos-tosan.
Sejak peluit awal dibunyikan pukul 20.00 WIB, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi.
Namun, kedua tim memilih tampil hati-hati dan tidak terburu-buru melancarkan serangan.
Persib maupun Persebaya lebih banyak membaca pola permainan lawan sebelum meningkatkan intensitas serangan.
Meski demikian, Persebaya tampil lebih efektif.
Persebaya mampu membangun serangan dengan rapi dan lebih sering mengancam pertahanan Maung Bandung.
Sebaliknya, Persib justru beberapa kali kehilangan bola akibat kesalahan umpan pendek pada awal pertandingan.
Tekanan Persebaya akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-20.
Rahmat Irianto menusuk dari sisi kanan sebelum melepaskan umpan tarik ke depan gawang.
Ramadhan Sananta yang lolos dari kawalan tiga bek Persib langsung menyambar bola dan mengubah skor menjadi 1-0.
Tertinggal satu gol membuat Persib meningkatkan agresivitas.
Respons itu datang hanya tiga menit berselang.
Berawal dari umpan Luka Menalo kepada Uiliam Barros, striker asal Brasil itu menyundul bola ke arah Maticardi yang berdiri tanpa kawalan di dalam kotak penalti.
Bek jangkung tersebut menyelesaikan peluang dengan tendangan setengah voli ke pojok kanan gawang yang tak mampu dijangkau Ernando Ari.
Skor berubah menjadi 1-1 pada menit ke-23.
Menjelang turun minum, Persebaya kembali mengambil kendali permainan.
Mereka terus menekan melalui sisi kanan pertahanan Persib dan beberapa kali memperoleh pelanggaran di area berbahaya.
Namun hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, skor tetap bertahan 1-1.
Persebaya Terus Menekan, Persib Sulit Berkembang
Memasuki babak kedua, pola permainan tidak banyak berubah.
Persib tetap berusaha membangun serangan melalui umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki.
Sementara itu, Persebaya tampil lebih langsung dan efektif setiap kali merebut bola.
Berbeda dengan babak pertama, Persebaya mulai mengandalkan umpan-umpan panjang untuk membongkar pertahanan Persib.
Mereka juga menerapkan pressing ketat dan penjagaan satu lawan satu, terutama terhadap Luka Menalo.
Strategi itu membuat permainan Persib sulit berkembang.
Pelatih Persib kemudian mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan Mariano Peralta pada menit ke-70.














