Pemain terbaik Liga 1 musim lalu itu langsung memberi warna baru bagi lini serang Maung Bandung.
Beberapa kali ia mampu membuka ruang dan merepotkan barisan belakang Persebaya.
Namun peluang emas justru kembali menjadi milik Persebaya.
Pada menit ke-83, Risto melepaskan tendangan bebas yang meluncur tipis di sisi kanan gawang Persib.
Menjelang laga usai, Persebaya tetap lebih dominan dalam penguasaan permainan.
Persib sempat mengancam lewat serangan balik pada menit ke-87 ketika Balsa Sekulic menerima umpan terobosan dan berhadapan dengan kiper.
Sayangnya, gol urung tercipta karena hakim garis lebih dulu mengangkat bendera tanda offside.
Dua menit kemudian, Peralta kembali mengirim umpan datar kepada Sekulic.
Namun M. Reza bergerak cepat memotong bola sebelum menjadi peluang berbahaya.
Hingga waktu normal berakhir, kedudukan tetap 1-1 sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Peralta Dikartu Merah, Laga Berakhir Lewat Adu Penalti
Pada babak pertama perpanjangan waktu, Persebaya kembali mengambil inisiatif menyerang.
Mereka menciptakan sejumlah peluang, termasuk sundulan dari sisi kanan pertahanan Persib yang masih melenceng tipis dari sasaran.
Persib merespons dengan melakukan pergantian pemain.
Balsa Sekulic ditarik keluar dan digantikan Ramon Tanque untuk menambah daya gedor di lini depan.
Memasuki babak kedua extra time, kedua tim mulai terlihat kelelahan.
Namun petaka datang bagi Persib pada menit ke-112.
Mariano Peralta diganjar kartu merah usai melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persebaya.
Keputusan itu diambil wasit setelah meninjau tayangan VAR yang memperlihatkan kaki Peralta menghantam lawannya.
Bermain dengan 10 orang membuat Persib memilih bertahan total.
Persebaya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan terus melancarkan tekanan hingga akhir babak perpanjangan waktu.
Persib juga mengganti penjaga gawang Teja Paku Alam dengan Fitrah Maulana menjelang adu penalti.
Dalam babak adu penalti, penendang pertama Persib, Uiliam Barros, gagal mencetak gol setelah tendangannya dibaca kiper M. Reza.
Maticardi dan empat eksekutor berikutnya berhasil menjalankan tugas, tetapi penendang ketujuh Hamra Hehanusa juga gagal.
Di kubu Persebaya, enam dari tujuh algojo sukses menjalankan tugas.
Hanya Yuran Fernandes yang gagal mencetak gol, sementara eksekutor ketujuh memastikan kemenangan Bajul Ijo.
Kemenangan itu sekaligus mengantar Persebaya Surabaya meraih gelar juara Piala Presiden 2026 setelah melewati laga final yang berlangsung sengit selama 120 menit dan ditentukan lewat drama adu penalti.














