Jakarta,Kondusif.com,- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren Seluruh Indonesia tancap gas mendukung langkah Polri membongkar dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di sektor pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Mereka mendesak polisi bekerja tanpa pandang bulu.
Koordinator Pusat BEM Pesantren Seluruh Indonesia, Ahmad Tomy Wijaya, menegaskan bahwa sektor energi adalah hajat hidup orang banyak.
Oleh karena itu, penyimpangan sekecil apa pun di rantai pasok batu bara tidak boleh dibiarkan agar negara tidak merugi.
”Kami mengapresiasi dan mendukung penuh Polri mengusut tuntas kasus ini. Penegakan hukum wajib berjalan independen, profesional, dan bebas dari intervensi siapa pun,” ujar Ahmad Tomy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (9/7/2026).
Tak hanya soal PLTU, BEM Pesantren juga mendorong aparat membongkar tuntas kasus korupsi besar lain yang menggerogoti keuangan negara, seperti skandal PT ASABRI dan PT Asuransi Jiwasraya.
Seret Oknum Aparat?
Menanggapi rumor keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam pusaran kasus ini, Ahmad Tomy meminta Polri tidak ragu.
Jika alat bukti cukup, ia menuntut proses hukum dijalankan secara transparan tanpa tebang pilih.
”Prinsip equality before the law harus ditegakkan. Jika ada oknum yang bermain, proses hukumnya harus terbuka,” tegasnya.
Terkait nama Febrie Ardiansyah yang belakangan santer diperbincangkan, Ahmad Tomy menyarankan agar seluruh informasi yang berkembang segera diklarifikasi melalui mekanisme hukum yang objektif.














