Tasikmalaya,Kondusif.com,- Gemuruh suara kendang dan tepuk tangan menggema di Lapangan Babancong Majakerti, Desa Margaluyu, Minggu (28/6/2026). Puluhan pesilat muda unjuk gigi dalam perhelatan Tandang Ibing Pencak Silat Tradisi antar-desa se-Kecamatan Manonjaya.
Karang Taruna Kecamatan Manonjaya sukses menyulap lapangan tersebut menjadi panggung pelestarian budaya.
Mengusung tema “Ngamumule Budaya, Ngajaga Marwah”, kegiatan ini menarik minat 61 peserta dari berbagai padepokan di seluruh pelosok Manonjaya.
Tak sekadar unjuk kekuatan, ajang ini menjadi pembuktian bahwa generasi muda Manonjaya masih memegang teguh warisan leluhur.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Asep Jeni, memberikan acungan jempol atas inisiatif ini.
Menurutnya, langkah kreatif tersebut sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam mempercepat pelestarian budaya.
”Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini adalah bentuk nyata pelestarian kebudayaan yang masuk dalam program prioritas pemerintah daerah,” ujar Asep di sela-sela acara.
Asep pun menaruh harapan besar. Ia ingin ajang serupa digelar lebih meriah setiap tahunnya.
Bahkan, bukan mustahil jika ke depan, festival ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-394.
Apalagi, Manonjaya sendiri bukan daerah sembarangan. Asep mengingatkan bahwa wilayah ini telah memiliki Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang diakui negara, yakni Bedog Galonggong asal Desa Galonggong.
Senada dengan Asep, Camat Manonjaya Firman Krisnawan pun ikut bangga.
Ia memuji soliditas Karang Taruna yang berhasil menggerakkan roda pelestarian seni bela diri ini.














