CIAMIS,Kondusif.com,- Ruang Command Center Polres Ciamis mendadak riuh pada Selasa pagi, 26 Mei 2026. Sejumlah perwira dan personel dari berbagai satuan berkumpul di depan layar besar, menyimak pembekalan teknis via video conference langsung dari Markas Polda Jawa Barat. Hari itu, Polres Ciamis resmi menabuh genderang perang terhadap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lewat persiapan matang Latihan Pra-Operasi (Latpraops) Jaran Lodaya 2026.
Agenda ini bukan sekadar seremonial. Polisi sedang menyamakan persepsi, mematangkan taktik, dan mengunci target sebelum menerjunkan personel ke lapangan.
Operasi khusus berskala polda ini dijadwalkan menggebrak selama sepuluh hari penuh, terhitung mulai 29 Mei hingga 7 Juni 2026.
Kabag Ops Polres Ciamis Kompol Aep Saepudin memimpin langsung jalannya latihan intensif tersebut.
Ia didampingi para jajaran kasat dan kasi, mulai dari Satuan Samapta, Binmas, Intelkam, Reskrim, hingga seksi pendukung seperti Propam, Humas, dan Dokkes.
Membidik Jaringan Penadah hingga Dokumen Palsu
Instruksi dari Polda Jabar sangat tegas: Operasi Jaran Lodaya kali ini harus menghantam langsung ke jantung pertahanan para pelaku kriminal.
Sasarannya tidak melulu pemetik (eksekutor lapangan), melainkan meluas hingga ke jaringan penadah, pemalsu dokumen kendaraan, sampai ke aktor intelektual di balik sindikat tersebut.
”Curanmor masih menjadi salah satu momok yang paling meresahkan masyarakat. Kita harus bergerak taktis dan responsif,” tegas jajaran Polda Jabar dalam arahannya.
Untuk itu, Latpraops membedah strategi penggabungan tiga pilar kekuatan kepolisian, yaitu fungsi preemtif (imbauan), preventif (pencegahan/patroli), dan penegakan hukum (represif).














