Ciamis,Kondusif.com,- Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengungkap kondisi memprihatinkan terkait keuangan daerah saat menghadiri acara Halalbihalal PGRI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis di Aula STIKES Muhammadiyah Ciamis, Selasa (7/4/2026).
Di hadapan ribuan tenaga pendidik, Herdiat memaparkan bahwa APBD Ciamis tengah mengalami defisit tajam.
”Kondisi APBD kita saat ini sangat minim. Jika lima atau enam tahun lalu APBD kita menyentuh angka Rp 3,1 triliun, sekarang merosot tajam ke angka Rp 2,3 triliun. Artinya, kita kekurangan hampir Rp 800 miliar,” ujar Herdiat dengan nada prihatin.
Darurat Infrastruktur Pendidikan
Keterbatasan anggaran ini berdampak langsung pada sektor pendidikan.
Herdiat menyebut, saat ini terdapat 33 sekolah di Kabupaten Ciamis yang kondisinya sudah tidak layak pakai, bahkan roboh.
Salah satu yang sempat viral adalah kondisi SMP di Banjarsari.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bukan tidak tahu atau menutup mata terhadap kerusakan tersebut.
Namun, kemampuan finansial daerah memang tidak mencukupi untuk melakukan renovasi secara instan.
”Bukan tidak tahu, bukan pura-pura tidak tahu. Lain teu apal, lain teu naho, apal naho (Bukan tidak hafal, bukan tidak tahu, tahu betul). Tapi memang kita betul-betul tidak mampu jika mengandalkan anggaran yang ada sekarang,” tegasnya.
Tempuh Jalur Pinjaman Daerah
Demi menyelamatkan sektor pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, Herdiat mengambil langkah berani dengan melakukan pinjaman daerah.
Ia menargetkan pinjaman berdurasi empat tahun tersebut harus lunas sebelum masa jabatannya berakhir.














