banner 720x220
News  

KPK Bidik Korupsi Sistemik di Tubuh Kementerian Kesehatan

Jakrta,Kondusif.com,- Korupsi Sistematik, Anggaran kesehatan yang jumbo tembus di angka Rp100 triliun memang ibarat gula yang mengundang semut.

Menyadari besarnya risiko tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya resmi mempererat jabat tangan melalui Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Rabu (11/3/2026) di Jakarta.

Namun, pertemuan ini bukan sekadar seremoni tanda tangan di atas kertas; ada peringatan keras yang tersirat di dalamnya.

​Celah di Balik Pimpinan yang “Bersih”

​Ketua KPK, Setyo Budiyanto, melontarkan pernyataan yang cukup menohok saat memberikan sambutan di Gedung Kemenkes.

Ia menyoroti fenomena unik sekaligus berbahaya: ketika seorang Menteri memiliki reputasi bersih.

Oknum di level manajerial menengah dan bawah justru sering memanfaatkan situasi tersebut.

Mereka merasa aman melakukan “permainan” karena menganggap pimpinan tidak akan terjun langsung memeriksa detail teknis yang rumit.

​“Kapan lagi punya menteri yang clean. Kondisi ini terkadang justru dimanfaatkan level di bawahnya karena mereka merasa atasan tidak akan menyentuh hal-hal teknis seperti itu,” ujar Setyo dengan nada lugas.

​Setyo secara spesifik membongkar modus klasik dalam proses pengadaan.

Ia menyebutkan praktik lancung yang sering muncul di minggu-minggu terakhir menjelang deadline.

Modusnya halus namun mematikan: tiba-tiba muncul aturan tambahan atau syarat mendadak yang secara formal terlihat legal.

Namun tujuannya hanya satu menggugurkan peserta lain demi memuluskan jalan bagi vendor yang sudah “dikondisikan” sejak awal.

​Menkes: “KPK, Jangan Ragu Memarahi Kami”

​Mendengar “sentilan” tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tidak membantah.

Alih-alih bersikap defensif, ia justru menunjukkan sikap terbuka yang jarang terjadi.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *