Selain itu, sekolah juga menggelar asesmen literasi dan numerasi, pemeriksaan kesehatan, identifikasi bakat dan minat, pemetaan kondisi sosial emosional siswa, serta pengenalan berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
“Materi yang diberikan sudah sesuai petunjuk teknis dari kementerian dan Dinas Pendidikan. Selain pengenalan sekolah, ada asesmen literasi, numerasi, kesehatan, identifikasi bakat dan minat, serta pengenalan kegiatan ekstrakurikuler,” ujarnya.
Agar pelaksanaan MPLS benar-benar berjalan sesuai prinsip ramah anak.
SMPN 1 Manonjaya turut melibatkan seluruh unsur sekolah.
Mulai dari guru, tenaga kependidikan, pengurus OSIS, hingga Majelis Perwakilan Kelas (MPK).
Dilibatkan untuk mendampingi peserta didik baru selama kegiatan berlangsung.
Ali menegaskan, sekolah berkomitmen memastikan tidak ada praktik perundungan maupun perpeloncoan selama MPLS.
Sebaliknya, sekolah ingin menghadirkan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi seluruh siswa baru.
“Kami ingin anak-anak merasa betah dan mengikuti MPLS dengan gembira tanpa tekanan. Harapannya mereka dapat mempertahankan prestasinya,” pungkasnya.














