Juni 2026 (30% wilayah): Kota Bandung, KBB, Cimahi, Cianjur, dan Kota Sukabumi menyusul.
Agustus 2026: Menjadi puncak musim kemarau bagi 90 persen wilayah Jawa Barat.
Rekomendasi dan Antisipasi Bencana
Menyikapi ancaman kekeringan ini, BMKG mengeluarkan sederet rekomendasi tegas.
Pemerintah daerah diminta segera mengoptimalkan waduk, bendungan, serta mempercepat rehabilitasi embung demi menjaga cadangan air.
”Antisipasi krisis air bersih dengan penyaluran air dan sumur bor darurat. Masyarakat juga harus mulai hemat air,” tegas Vivi.
Sektor pertanian juga menjadi sorotan. BMKG mengimbau petani agar tidak nekat menanam saat puncak kemarau.
Petani disarankan beralih ke varietas tahan kering atau tanaman palawija demi menghindari gagal panen.
Selain ancaman Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan), Vivi juga mewanti-wanti masyarakat soal risiko kesehatan.
Debu dan asap saat kemarau panjang rentan memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
”Jaga kesehatan dan awasi kualitas sanitasi saat pasokan air berkurang,” pungkasnya.














