Ia harus berangkat ke Bali pada Kamis siang untuk menghadiri agenda pemerintahan yang berkaitan dengan Kementerian Dalam Negeri.
“Sebetulnya saya pengen banget. Sudah diagendakan dari dulu. Tapi saya manusia yang merencanakan, Allah SWT yang menentukan,” ujarnya.
Herdiat menjelaskan agenda tersebut membahas sejumlah urusan pemerintahan, termasuk tata kelola keuangan dan persoalan persampahan.
Selain itu, pemerintah daerah berpeluang mendapatkan penghargaan sekaligus dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Kalau bupati atau wali kota tidak datang, kebetulan dapat penghargaan, bisa digeser ke bupati atau wali kota yang lain,” katanya.
Karena itu, Herdiat meminta maaf kepada para sepuh dan masyarakat Wanasigra. Ia memastikan perwakilan Pemkab Ciamis akan hadir menggantikannya.
“Nanti hari Jumat bisa dihadiri Pak Asisten atau Pak Kadis,” ujarnya.
Merlawu Jadi Warisan Budaya
Herdiat juga menilai tradisi Merlawu penting untuk terus dijaga.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi cara masyarakat Wanasigra merawat peninggalan leluhur.
Ia menyebut tradisi itu telah tercatat sebagai warisan budaya takbenda di kementerian terkait selama sekitar empat tahun.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong masyarakat tetap menjaga tradisi tersebut.
Terlebih, Merlawu tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Wanasigra.















Respon (1)