banner 720x220
News  

Wamenkop di Wisuda STIT Lakbok: Sarjana Baru Jangan Jadi Beban Pengangguran

​Gayung bersambut, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, yang duduk di barisan kehormatan, membenarkan potret tantangan tersebut.

Andang sepakat bahwa persaingan di dunia nyata pasca-kampus jauh lebih kejam ketimbang mempertahankan skripsi di depan dosen penguji.

​Andang mengingatkan, tantangan zaman digital hari ini menuntut para sarjana untuk melipat toganya sejenak dan langsung turun melihat realitas sosial.

​“Hari ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian yang sesungguhnya. Kemampuan berpikir kritis dan kreativitas adalah modal utama agar lulusan STIT Lakbok bisa bertahan dan membawa manfaat langsung bagi daerah,” kata Andang.

​Komitmen Pemkab Mengawal Investasi Manusia

​Sadar bahwa mencetak entrepreneur muda tidak semudah membalikkan telapak tangan, Pemerintah Kabupaten Ciamis menjanjikan iklim yang suportif.

Pemkab Ciamis berkomitmen untuk terus berinvestasi pada peningkatan kualitas pendidikan lokal guna menciptakan SDM yang memiliki daya saing makro namun tetap berbasis moral keislaman yang kuat.

​Di akhir acara, riuh tepuk tangan kembali menggema.

Namun kali ini, ada beban tersendiri yang dibawa pulang oleh para wisudawan bersama dengan tabung ijazahnya.

​Pesan dari Wamenkop dan Sekda Ciamis di Lakbok siang itu menjadi alarm yang berdering nyaring: bahwa kelulusan bukanlah jaminan masa depan yang nyaman.

Melainkan sebuah peluit start untuk membuktikan taji di tengah kerasnya pasar kerja nasional.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *