banner 720x220
News  

Unang Danuarso Apresiasi Geliat Pemuda Desa Nasol, Siap Bantu Kembangkan Potensi

“Ilmunya akan kami berikan, lahannya juga disiapkan. Tinggal pemudanya mau atau tidak,” ujarnya.

Menurut dia, potensi pertanian dan perikanan di desa tidak akan berkembang tanpa keterlibatan generasi muda.

Karena itu, pemuda perlu diberi ruang untuk mencoba, belajar, sekaligus mengelola potensi yang ada di lingkungan mereka.

Unang berharap Karang Taruna tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau perlombaan.

Setelah olahraga mengumpulkan warga, kegiatan berikutnya bisa diarahkan pada pengembangan keterampilan dan ekonomi produktif.

Hadiah Berasal dari Warga dan Perusahaan

Sementara itu, seluruh hadiah dalam rangkaian kegiatan Nasol Cup 2026 berasal dari dukungan pihak lain.

Panitia mendapat bantuan dari sejumlah perusahaan yang berada di Desa Nasol serta masyarakat yang peduli terhadap kegiatan positif di lingkungan mereka.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam keberlangsungan kegiatan.

Tanpa anggaran khusus, panitia tetap mampu menyediakan hadiah bagi para pemenang berupa uang pembinaan, trofi, dan medali.

Bagi Unang, dukungan semacam itu menunjukkan bahwa kegiatan pemuda mendapat tempat di tengah masyarakat.

Ia berharap pola gotong royong tersebut terus dipertahankan.

Dengan begitu, kegiatan Karang Taruna tidak bergantung sepenuhnya pada anggaran, tetapi bisa tumbuh dari kolaborasi antara pemuda, masyarakat, pelaku usaha, dan tokoh desa.

Pada akhirnya, Karya Guna Nasol Cup 2026 bukan hanya soal siapa yang menjadi juara. Di balik pertandingan voli, catur, dan tenis meja, muncul upaya yang lebih besar untuk menghidupkan kembali ruang bagi pemuda.

Kini, tantangannya adalah menjaga gerakan itu tetap berjalan setelah pertandingan terakhir selesai.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *