Hasilnya pun nyata. Kompol Sujana memaparkan, sinergi yang terbangun sukses mendongkrak angka produksi jagung secara signifikan.
Jika pada tahun 2025 Ciamis sukses dengan serapan jagung yang tinggi, tren positif tersebut terus berlanjut hingga tahun 2026.
”Angkanya menggembirakan. Dari target produksi sekitar 260 ton tahun ini, progres di lapangan sudah menembus angka 80 persen. Ini bukti nyata bahwa ketika polisi dan petani bersatu, target ambisius pun bisa kita capai,” jelasnya dengan nada optimistis.
Inovasi Tumpangsari
Selain fokus pada komoditas jagung, Polres Ciamis juga melakukan langkah kreatif dengan mendorong pola tanam tumpangsari.
Pola ini terbukti efektif memaksimalkan produktivitas lahan milik warga.
Salah satu contoh suksesnya terlihat di Kecamatan Cikoneng.
Polres Ciamis bersama kelompok tani setempat sukses menggarap lahan seluas 71 hektare dengan mengombinasikan tanaman jagung dan bawang merah.
Ke depan, Kompol Sujana berharap kolaborasi lintas sektor ini tidak berhenti di sini. Ia ingin sinergi antara Polri, Pemkab Ciamis, KTNA, dan para petani terus dipererat.
”Alhamdulillah, kolaborasi kita terbukti mampu meningkatkan produksi sekaligus menjaga stabilitas pangan. Kami akan terus merawat kerja sama ini, karena pada akhirnya, manfaat nyatanya akan dirasakan langsung oleh masyarakat dan para petani kita,” tutupnya.














