Menurut Yanti, pelestarian budaya juga tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Masyarakat, tokoh adat, generasi muda, serta berbagai unsur lainnya perlu terlibat agar tradisi tidak kehilangan penerus.
Ia pun melihat potensi pengembangan desa wisata di Kecamatan Sukadana.
Sebelumnya, terdapat desa wisata berbasis edukasi di Dusun Sukamulya, Desa Sukadana.
Namun, keberadaannya kini dinilai belum berkembang secara optimal.
Yanti berharap potensi tersebut kembali dihidupkan.
Tradisi dan budaya lokal seperti Merlawu dapat menjadi salah satu daya tarik yang dikembangkan bersama dengan potensi wisata lainnya.
“Kita ingin ke depan ada desa wisata yang muncul di Kecamatan Sukadana,” katanya.
Warga Dorong Tradisi Dikenalkan kepada Anak-anak
Warga Desa Ciparigi menyambut positif pelaksanaan Merlawu.
Salah satunya Rosta, 40 tahun. Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk menjaga tradisi agar tidak hilang di tengah perubahan zaman.
Menurut Rosta, pelibatan anak-anak dalam kegiatan adat menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan budaya.
Ia berharap generasi muda dapat mengetahui tradisi yang dimiliki daerahnya sejak dini.
Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi kelak dapat menjadi penerus tradisi tersebut.
“Positif dan baik. Penting dilakukan untuk mengenalkan kepada anak-anak kita sebagai penerus,” ujar Rosta.
Pelaksanaan Merlawu di Ciparigi pun menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat di tengah masyarakat.
Jika dirawat secara konsisten dan dikemas tanpa menghilangkan nilai aslinya, tradisi tersebut berpeluang menjadi kekuatan budaya sekaligus bagian dari pengembangan wisata berbasis masyarakat di Kecamatan Sukadana.














