banner 720x220

Spirit “Lilahi Ta’ ala”: Gerakan Akar Rumput dan Peran Wanita Jaga Marwah Galuh

CIAMIS,Kondusif.com,- Gerakan Budaya Pedal Gas Ciamis,- Di balik kemegahan agenda formal pemerintahan, keberlangsungan budaya Tatar Galuh ternyata bertumpu pada ketulusan para pegiatnya.

Dalam Sawala Ageung DKKC di Karangkamulyan, Minggu (18/1/2026) muncul sebuah fakta menarik bahwa gerakan kebudayaan di Ciamis selama ini tumbuh subur berkat semangat Lilahi Ta’ala dan inisiatif mandiri dari masyarakat.

​Ketua Paguyuban Peduli Alam dan Lingkungan Galuh Asri (Pedal Gas) Ciamis, Noer JM, menekankan bahwa di tengah gempuran globalisasi, kesadaran individu menjadi benteng terakhir pertahanan budaya.

Ia menyoroti bahwa regenerasi bukan sekadar tugas instansi, melainkan tanggung jawab moral setiap individu.

​”Kita butuh dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Diskusi ini harus melahirkan kesadaran individu untuk menghadapi dampak globalisasi yang terus menggerus identitas kita,” tegas Noer JM.

​Gerakan Budaya Pedal Gas Ciamis, Wanita: Ujung Tombak Regenerasi Budaya

​Satu hal yang menjadi perhatian khusus dalam sawala ini adalah peran vital kaum wanita dalam proses regenerasi.

Noer JM menyebutkan bahwa wanita memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai-nilai luhur.

Kemudian, kecintaan terhadap alam kepada generasi penerus sejak di lingkungan keluarga.

​Keterlibatan aktif wanita dianggap mampu memberikan sentuhan emosional dalam menjaga isu-ikus krusial seperti kehutanan dan kebudayaan.

Tanpa peran ibu yang mengenalkan sejarah dan etika lokal di rumah, upaya pelestarian di tingkat sekolah maupun pemerintahan akan terasa jauh lebih berat.

​Gerakan Kolektif yang Mandiri

​Kepala Disbudpora Ciamis, Dian Budiana, turut mengapresiasi langkah Dewan Kebudayaan yang bergerak atas inisiatif sendiri.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *